Camar Bulan dan Tanjung Datu

Assalamualaikum dan salam 1Dunia, Indonesia terlalu rapat dengan aku selain dari sering berulang alik ke Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Bali, Padang dan banyak lagi kota yang lain, keluarga aku juga berasal dari Indonesia. Keturunan Emak berasal dari Jawa Barat, keturunan Abah berasal dari Sumatera Barat dan paling menarik Ibu Mertua aku katanya berasal daripada keturunan Pengeran Diponegoro. Bukan sahaja aku malah ramai lagi rakyat Malaysia yang keturunan susul galurnya dari Indonesia. Kerana itu ramai yang merasakan Indonesia itu terlalu rapat di hati sebahagian besar rakyat Malaysia.

Malangnya rasa kasih sayang rakyat Malaysia tidak dapat dirasai oleh sebilangan rakyat Indonesia. Isu demi isu dibawa untuk menyalahkan Malaysia. Rakyat Malaysia keturunan Jawa dikatakan mencuri budaya Indonesia dengan wayang kulit, tarian kuda kepang dan sebagainya. Nasib baik rakyat Malaysia keturunan Cina yang mengamalkan budaya Cina tidak dituduh mencuri budaya oleh rakyat China dan rakyat Malaysia keturunan India yang mengamalkan budaya India tidak dituduh mencuri budaya oleh Rakyat India.

Kalau dulu Ambalat kini Malaysia dikatakan menceroboh Camar Bulan dan Tanjung Batu. Kerajaan Malaysia sudah berulang kali mengatakan bahawa tiada pencerobohan berlaku di Camar Bulan dan Tanjung Batu. Perkara ini disahkan oleh Kerajaan Indonesia tetapi masih adalah lagi rakyat Indonesia yang tidak puashati dengan meneruskan demostrasi di hadapan Kedutaan Malaysia di Jakarta. Perkataan Ganyang Malaysia terus berkumandang di sana-sini.

Apa sebenarnya yang berlaku? Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Adakah mereka cemburu dengan kejayaan Malaysia dianggap adik oleh Indonesia. Atau mungkin Malaysia hanya menjadi punching bag apabila berlaku isu dalaman sebagaimana kes Ambalat apabila rakyat Indonesia marah bila harga petrol dinaikan oleh Kerajaan. Atau mungkin ada pihak ketiga yang akan sentiasa mencipta isu supaya Malaysia dan Indonesia tidak menjadi rakan karib secara tidak lansung Islam akan menjadi lemah.

Sampai bila kita mesti begini?

94 Comments

  1. Anggota Panja Perbatasan Komisi II Ramadhan Pohan membantah adanya pencaplokan wilayah Indonesia oleh Malaysia, terutama terkait kawasan Tanjung Datu dan Camar Bulan. Bantahan itu dikemukakan Ramadhan dalam pernyataan persnya, Ahad (16/10). Saat itu dia baru saja berkunjung ke Tanjung Datu dan Camar Bulan, tepatnya Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat.

    “Untuk melihat Tanjung Datu, karena suasana medan dan cuaca buruk, diputuskan melihatnya dari atas, di mana helikopter terbang rendah di atas Tanjung Datu. Kami melihat jelas mercusuar perbatasan milik Indonesia dan Malaysia. Kami melintasi Tanjung Datu, baik yg di wilayah Indonesia maupun Malaysia (patok MOU 1978),” kata Ramadhan.

    Selain Ramadhan, Tim Panja juga terdiri dari Abdul Hakam Naja FPAN (Ketua Rombongan), Nanang Samodra (FPD), Rahadi Zakaria (FPDIP), Aus Hidayat Nur (FPKS) dan A.W Thalib (FPPP).

    Menurut dia, secara defacto hanya mercusuar Indonesia yang dijaga empat prajurit TNI. Sedangkan mercusuar Malaysia tanpa penjagaan apapun dari tentara Malaysia. “Di sini nyata bahwa adalah kabar bohong Tanjung Datu dicaplok Malaysia. Kami bahkan melintasi wilayah Tanjung Datu sisi Malaysia,” ujarnya.

    Jika benar dikuasai Malaysia, menurut Ramadhan, helikopter yang ditumpanginya pasti dikejar atau bahkan ditembak jatuh oleh Malaysia. “Sedangkan kami aman-aman saja dan tak ada insiden apapun,” terang dia.

    Ia juga membantah informasi yang berkembang tentang pencaplokan terhadap Camar Bulan wilayah Indonesia. “Tidak ada pula patok perbatasan yang bergeser atau berubah, baik di Tanjung Datu maupun Camar Bulan,” katanya.

    Ia menyebutkan jika patok perbatasan di A-104 Camar Bulan yang dalam pemberitaan disebut diserobot, dirusak, digeser atau dicaplok Malaysia, sama sekali tak benar. “Yang kami lihat patoknya masih kokoh, tertulis jelas nama Indonesia dan Malaysia. Tidak ada wilayah pemukiman di situ, dan wilayah Camar Bulan Indonesia masih utuh dikuasai Indonesia,” ujarnya.

    Ia mengatakan jika menurut patok perbatasan berdasarkan MOU 1978, seluruh penduduknya tinggal di wilayah Indonesia. “Sama sekali tidak benar Camar Bulan dicaplok atau diklaim Malaysia. Yang kami lihat hanya data dan fakta yang ada plus patok perbatasan yg disepakati kedua negara,”‎ tambah Ramadhan.

    Selain itu, lanjut dia, dalam percakapan dengan tokoh masyarakat, LSM dan penduduk perbatasan di Desa Temajuk mencakup Camar Bulan, muncul aspirasi kuat agar pemerintah membangun infrastruktur jalan, menara provider, dan fasilitas Rumah sakit memadai. Ia meminta Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memberi perhatian ekstra dan melakukan segala upaya koordinasi demi percepatan pembangunan infrastruktur di Camar Bulan.

    Ramadhan juga menyoroti keindahan alam di Tanjung Datu sisi Indonesia yang jauh lebih indah dibandingkan sisi Malaysia. “Bagus jika potensi wisatanya dikembangkan karena keindahan alam pantai dan pemandangannya, utamanya sunset.”

    Ia mengimbau agar BNPP melakukan upaya optimal sesuai paradigma pemerintah sekarang yang menetapkan perbatasan sebagai wilayah beranda depan Indonesia, bukan lagi pulau atau bagian terluar dan belakang.

    Tim Panja berangkat ke Tanjung Datu dan Camar Bulan dengan mengendarai helikopter milik Kodam Tanjungpura dengan didampingi oleh Pangdam Tanjungpura Mayjen Geerhan Lantara, Kapolda Kalbar dan dua prajurit Kodam.

    Perjalanan dari Pontianak ke Temajuk sejauh 600 km ditempuh dengan waktu 80 menit. Lalu dari Temajuk, rombongan menggunakan sepeda motor selama 45 menit perjalanan ke patok perbatasan A-104 dusun Camar Bulan, yang dilanjutkan dengan perjalanan ke dusun Maludin melihat patok perbatasan A-54 dan A-53.

    Sebelum bertolak Tim Panja telah memperoleh penjelasan dari Gubernur Kalbar. Menurut dia, Gubernur membantah adanya pencaplokan terhadap wilayah Indonesia di Tanjung Datu dan Camar Bulan serta meminta perundingan perbatasan Indonesia-Malaysia diperbaruhi, tidak didasarkan MOU 1978 melainkan berdasarkan peta asli peninggalan Pemerintah Belanda dengan Inggris (Traktat London 1891).(Ant/ICH)
    Curahan rasa manja sheila @ ..FOR HER: RM42 EXCLUDE POSTAGE (album code: PES)My Profile

  2. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) menegaskan, tak ada bukti terjadinya pencaplokan wilayah Indonesia oleh Malaysia di Tanjung Datu dan Camar Bulan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hal itu disampaikan Kepala Bakosurtanal Asep Karsidi di Jakarta, Senin (17/10).

    Menrutunya, hingga saat ini kedua daerah itu masih menjadi bagian Indonesia. “Enggak (ada pencaplokan). Yang ada di Tanjung Datu itu karena abrasi kok. Hilang karena abrasi,” cetusnya saat ditemui usai acara Hari Pencanangan Geospasial untuk Negeri di Hotel Grand Sahid Jaya.

    Dia menjelaskan, abrasi wilayah pantai Tanjung Datu itu memang melahap wilayah daratan RI. Tapi, 51 patok sebagai batas wilayah RI tak berubah. Begitu pula di daerah Camar Bulan, tak ada pemindahan patok yang terbuat dari cor semen itu.

    Hal yang menurutnya menimbulkan kontroversi dugaan pemindahan patok batas wilayah hanyalah bekas hasil pembangunan penduduk sekitar yang dikira sebagai tapal batas yang bergeser. “Setelah dihitung (koordinatnya), itu bukan batas, tapi bekas orang mengaduk (semen),” ungkapnya.

    Menurutnya, masyarakat seharusnya tak perlu khawatir atas upaya pencaplokan yang dilakukan negeri jiran. Sebab, ada bukti hitam di atas putih berupa pencatatan koordinat batas kedua negara berdasarkan perjanjian 1978.

    Koordinat itulah yang menjadi patokan baku tapal batas kedua negara. “Mungkin Malaysia bikin patok sendiri untuk titik ukur mereka, tapi wilayah kita sendiri dan (wilayah) mereka tetap. Kalau patok digeser, ada catatan kok,” terangnya. (MI/*)
    Curahan rasa manja sheila @ ..FOR HER: RM42 EXCLUDE POSTAGE (album code: PES)My Profile

  3. etua MPR RI Taufiq Kiemas menyatakan, bila kasus perbatasan antara Indonesia-Malaysia di Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, dibawa ke Mahkamah Internasional, Indonesia akan kalah. Sebab, data-data Malaysia yang merupakan peninggalan Inggris lebih lengkap.

    “Sebab data-data bekas Pemerintahan Belanda, tidak selengkap data-data Pemerintahan Inggris,” kata Kiemas di DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (20/10).
    Curahan rasa manja sheila @ ..FOR HER: RM42 EXCLUDE POSTAGE (album code: PES)My Profile

  4. Kalau menurut saya sebaiknya kedua pihak saling menghargai apa yang telah dilakukan dalam perjanjian jadi janganlah salah satu negara untuk menyerobot daerah lain. Hargailah perjanjian itu.

  5. saya ambil contoh lain pula, isu yang kononya malaysia klaim kebudayaan asli Bali “tarian pendet”. bisa saya tanya, atas pertuduhan dan bukti kukuh apakah malaysia telah “MENGKLAIM” budaya terbabit? apa hanya gara2 ia ada di dalam iklan enigmatic malaysia? atau tourism malaysia 2009? Selain dari bukti iklan terbabit, adakah pihak anda mendapati bukti2 lain nya? yang bisa menguatkan pertuduhan pihak anda bahawa malaysia maling atau klaim tarian pendet? memetik kata2 anda saudara obat kuat, ” kita masih saudara jadi sebisa mungkin pupuklah rasa persaudaran kita agar kemesraan selalu hinggap diantara kita (Indonesia & Malaysia).” namun, mungkinkah nilai persahabatan itu bisa di rasai jika semua perkara harus diselesaikan secara amarah dan pertuduhan yang membabi buta?
    Curahan rasa manja sheila @ ..FOR HER: RM42 EXCLUDE POSTAGE (album code: PES)My Profile

  6. salam kepada semua yang beragama islam. saya ingin menyentuh isu budaya yang dibangkitkan oleh saudara obat kuat. kepada saudara obat kuat. malaysia acapkali di labelkan sebagai “pengklaim budaya atau maling budaya” oleh pihak anda. namun, apa yang saya perhatikan kata itu seolah2 digunakan sewenang2nya hingga ia lari dari maksud dan makna asal perkataan itu. amatlah tidak sesuai sekali menuduh dan melabelkan malaysia sebagai pengklaim budaya. karena ini sama sekali tidak mengambarkan situasi sebenar yang terjadi di malaysia. baik, kita lihat terlebih dahulu. bahawa malaysia-indonesia pada hakikatnya adalah sebuah negara yang banyak berkongsi persamaan. maka dengan itu kita adalah serumpun. menurut lipatan sejarah juga telah membuktikan penghijrahan masyarakat asal indonesia ke malaysia yang pada ketika itu dikenal sebagai tanah melayu telah berlaku sejak ratus tahun dahulu. Maka, dari situlah mulanya kebudayaan masyarakat asal tanah jawa mula berakar di bumi malaysia. Dan yang mempraktikan juga yang melestarikan kebudayaan itu juga adalah dari ras suku bangsa itu juga. Jadi, di mana tepatnya istilah malaysia klaim budaya yang ada di indonesia. Walhal, jika kita melihat dari sudut pandangan Herskovits seorang ahli sejarah yang memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Apakah masyarakat jawa sebagai contohnya yang ada di indonesia ingin menafikan apa yang menjadi hak masyarakat jawa yang ada di malaysia? Malah, pengunaan kata malaysia maling budaya juga sangat la tidak tepat dan hanya bersifat provokasi. Maling itu adalah terma kata yang digunakan untuk orang yang mencuri. Walhal, budaya indonesia yang ada di malaysia adalah warisan dari nenek moyang mereka. Saya tanya kepada anda, saudara obat kuat, kenapa kah pihak pemerintah China atau India malah rakyatnya tidak mempermasalahkan kebudayaan mereka yang wujud di malaysia? Tampak jelas, hanya pihak anda sahaja yang suka mempermasalahnya? Pelik bukan? Didunia ini.negara mana aja yang mau bergaduh soal budaya? Atau pihak anda yang tidak bisa menerima kebersamaan yang ada di antara malaysia dan indonesia?

  7. keturunan dari Jawa to ?
    salam kenal ya dari saya, WNI dan juga keturunan Jawa juga

    maaf saya sebagai warga Indonesia ingin berpendapat
    bahwa sebenarnya kita (Indonesia) tidak akan pernah menuduh warga Malaysia (keturunan Jawa) sebagai pencuri budaya kami, apalagi Malaysia merupakan tetangga dan masih satu rumpun (saudara).
    Silahkan anda menggunakan / mengekspresikan diantara budaya kita (wayang, batik, kuda kepang/jaran lumping, dll) karena kami juga tahu mungkin anda yang keturunan Jawa ingin menikmati budaya nenek moyangnya.
    namun jika anda mengatakan bahwa budaya2 tersebut merupakan budaya Malaysia maka kami SANGAT KEBERATAN (maaf pengakuan2 ini yang sering kami dengar…)

    Di tempat kami (Indonesia) keturunan Cina juga diberi kebebasan untuk mengekspresikan budaya nenek moyangnya seperti barongsai misalnya. Namun mereka (keturunan Cina) tidak pernah mengaku-aku bahwa barongsai merupakan budaya Indonesia hanya karena mereka keturunan Cina.

    Ok… kita masih saudara jadi sebisa mungkin pupuklah rasa persaudaran kita agar kemesraan selalu hinggap diantara kita (Indonesia & Malaysia).

  8. Asalamualaikum, Salam satu jiwa!
    memang betul apa yang di ucapkan @manja sheila
    Sebagian orang ada yang sengaja untuk pengalihan isu, isu masalah yang sedang terjadi di dalam tubuh pemerintahan sekarang ini.
    Para oknum bahkan tak segan untuk meledakan tempat ibadah supaya isu politik yang sedang muncul hilang.
    Curahan rasa Pengobatan Alami Asam Urat @ ..Pengobatan Alami Tumor KistaMy Profile

  9. kepada saudara WIDIYO.berfikirla dengan akal yang sehat.dengan hati yang terbuka,dan minda yang terbuka.pihak berwajib dari sana aja menyangkal isu ini. iya hanya rekayasa. atau kamu sendiri merasa kurang yakin akan kredibiliti TNI? hingga keterangan dari pihak ketenteraan sana aja kamu tolak mentah2?
    Curahan rasa manja sheila @ ..MEN JACKET (album code: HW)My Profile

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!