Kod Etika penulis blog perlukah?

Assalamualaikum dan salam 1Dunia, pena ini ibarat mata pedang yang tajam yang boleh meruntuhkan sebuah kerajaan dan menghancurkan sebuah kuasa. Ketika zaman penjajahan samada di Malaysia dan Indonesia penulis menjadi musuh kepada penjajah. Penulis ditakuti kerana penulisan mereka boleh mempengaruhi minda masyarakat yang terjajah. Penulis akan menulis dengan penuh rasa tanggungjawab dan padat dengan fakta kerana mereka tahu apa akibat daripada penulisan mereka, Begitulah hebatnya penulis suatu masa dahulu.

Zaman dah berubah kini siapa sahaja boleh menulis apa sahaja yang mereka nak tulis. Blog menjadi wadah yang paling popular walaupun semakin diambil alih oleh media sosial lain seperti Twitter dan Facebook. Penulis sekarang tidak boleh ditegur kerana dengan prinsip demokrasi mereka ada hak untuk menulis apa, cara apa, bagaimana, bahasa apa, mencarut, mengeji, racist, memaki dan sebagainya siapa peduli.

Kerana ini seperti seru Tun Dr Mahathir setiap penulis blog perlu ada kod etika ketika menulis blog. Kalau dulu pena itu lebih tajam dari pedang tapi kini jari jemari yang berlari di atas keyboard lebih tajam dari pedang. Aku selalu ingat kalau bukan manusia pasti Allah melihat setiap aksara yang aku ketik untuk menghasilkan entri samada di blog, twitter atau facebook…peringatan untuk yang rendah diri …AKU.

Petikan ucapan Tun Dr Mahathir : “Kalau tidak ada kod etika, penulis blog akan menulis apa sahaja yang disukai tanpa menghiraukan sama ada ia berasaskan fakta atau tidak. Penulis blog seharusnya memainkan peranan membentuk minda masyarakat bukan sahaja di negara ini malah di seluruh dunia melalui hasil penulisan yang tepat dan berkuliti. Oleh itu, kod etika diperlukan sebagai peraturan dalam diri (penulis blog) supaya menulis berasaskan kepada fakta dan kebenaran bukannya sekadar sesesuka hati,”. Utusan.

[ad#Mangga 300]

242 Comments

  1. Nampaknya masih ramai yang cuba untuk plagiarisma komentar .. memang dasar yang tidak pandai menghargai penulisan orang lain.. Kalau macam tu, Etika tu harus diwajibkan untuk setiap penulis blog dan pengomen ni

  2. Saya setuju sekali dengan pendapat Anda. Sebagai seorang penulis lepas ala blogger, memiliki kode etik itu penting karena dengan begitu kita tidak seenaknya saja menuliskan sesuatu yang kita suka. Bahasa tulisan itu adalah bahasa yang sensitif karena kita tidak bertatap muka langsung, makanya kemungkinan untuk terjadinya salah paham sangat besar. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam menulis…

  3. Kalau ada wujudnya Etika penulis blogger, saya rasakan perlu ada kot etika bagi pengomen juga.. ni bagi mengurangkan Spam comment dekat Blog.. Saya pasti ramai jer bloggers yang guna WP pernah rasa benda ni.. setiap hari kena buang Spam comment.. kalau komen tu bukan diplagiat tak pe la.. ini comment yang entah diambil dari mana sumbernya…
    Curahan rasa Steward John @ ..Generate income with TwitterMy Profile

      1. Bukan masalah berat tapi integriti seorang blogger dan pengomen.. takkan la nak ambil content orang lain terus jadikan sebagai komentarnya.. sudah dikatakan plagiat macam tu. Harap benda macam ni tidak menjejaskan blog orang lain..
        Curahan rasa Steward John @ ..Generate income with TwitterMy Profile

            1. Namun banyak juga yang tidak sedar diri, sanggup ambil komentar orang lain untuk dijadikan komentarnya.. ini semata2 untuk mencapai sesuatu.. mungkin backlink atau apa2 saja.

    1. “tanpa adanya Kode Etik sekalipun, bukan berarti blogger tidak punya hak untuk menyebarluaskan informasi.”

      Saya rasa, rata2 komen disini juga berpendapat sedemikian rupa.
      Curahan rasa Steward John @ ..TechnoratiMy Profile

    1. “blogger hendaknya segera menyusun kode etik blogger sehingga mereka mempunyai hak secara aktif mengisi blognya.”

      Tapi kalau ada saranan dari kerajaan lagi bagus khan?
      Curahan rasa Steward John @ ..TechnoratiMy Profile

    1. Apa yang dilakukan oleh blogger dan wartawan tersebut merupakan bagian dari aktifitas jurnalisme. Jika blogger masuk dalam wilayah Citizen Journalisme, maka apa yang dilakukan oleh wartawan media massa masuk kategori Jurnalisme Mainstream. Keduanya melakukan satu aktifitas jurnalistik– mengumpulkan, melaporkan, melakukan analisa sebuah berita dan informasi– dengan media yang berbeda dan dengan model pengungkapan yang berbeda pula. Mengapa berbeda? Karena Blogger bukan Wartawan
      Curahan rasa Bang Iwan @ ..Polemik Wacana Redenominasi RupiahMy Profile

        1. ebagai freelance journalist, blogger memiliki kebebasan untuk menuangkan pendapatnya melalui blog yang dimilikinya. Kendati demikian, kebebasan seorang blogger juga tentunya memiliki kode etik tersendiri seperti halnya wartawan yang juga memiliki kode etik yang berkekuatan hukum dengan adanya undang-undang pers.
          Curahan rasa Bang Iwan @ ..Polemik Wacana Redenominasi RupiahMy Profile

          1. “apa yang bisa diperbuat oleh seorang blogger dalam ranah citizen journalism? Jawabannya dikembalikan pada hatinurani masing-masing blogger dan tujuan dalam aktifitas blog and blogging yang dilakukannya.”

            Manusia mudah lupa.. aktiviti berblogging kadang2 melebihi daripada tujuan asal berblogging tu. Saya tidak nafikan kadangkala saya juga terlupa.

        2. “Secara umum, saya mungkin bisa mengatakan bahwa blogger adalah freelance journalist, penulis lepas yang tidak memiliki ikatan apapun terhadap media massa baik cetak maupun elektronik.”

          Na, sebab itu perlu ada satu undang2 bagi memantau aktiviti blogging ni

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!