MERDEKA : Aku bukanlah seorang PERWIRA

Kempen Kibar Jalur Gemilang

1. Alhamdulillah setelah lebih seminggu bermusafir melawat keluarga akhirnya pulang juga aku ke rumah. Esok genap 10 hari kita berpuasa dan ini bermakna kita meninggalkan 10 malam pertama Ramadhan malam Kerahmatan dan akan memasuki 10 malam kedua bulan Ramadhan yang penuh BERKAT. Esok juga kita akan menyambut KEMERDEKAAN yang ke 52.

2. Aku lahir sebagai anak MERDEKA yang lahir setelah NEGARAKU Malaysia MERDEKA. Tetapi aku bukan dilahirkan dizaman serba pantas zaman ICT. Aku masih merasai jalan tanah merah berdebu, air telaga yang akan kering kontang di musim kemarau, dari pelita diganti lampu gasolin, dari berjalan kaki kemudian berbasikal dan menunggang motosikal, makan daging setahun sekali, melastik burung, bermain teng teng, mandi di sungai, berjalankaki ke sekolah sejauh 5 km dan banyak lagi memori silam yang pasti tidak akan dapat dilalui oleh anak-anak aku.

3. Alhamdulillah ALLAH swt telah memberi peluang Aku bermusafir lebih daripada 10 buah negara daripada negara yang kaya hinggalah negara yang miskin. Daripada yang mampu makan beratus ringgit hinggalah yang menunggu sisa makanan di belakang restaurant untuk dimakan. Aku sangatlah bersyukur kerana dilahirkan di MALAYSIA dalam keluarga beragama ISLAM. MALAYSIA terlalu istimewa jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

4. Alhamdulillah aku anak kampung dapat mengecapi NIKMAT KEMERDEKAAN kurniaan ALLAH swt. Dari seorang kakitangan kerajaan kepada pengurus di syarikat multinasional hinggalah menjadi usahawan. Dari tinggal di rumah sewa satu bilik hinggalah mempunyai rumah sendiri 5 bilik. Dari berjalankaki, naik bas mini, motor honda cabok, drive kereta wira hingga BMW 7 series. Solat di surau kayu hinggalah ke Masjidil Haram… semua itu nikmat ALLAH hasil daripada KEMERDEKAAN.

5. Apa yang kita kecapi ini tidak datang begitu sahaja tanpa ada usaha daripada datok moyang kita dengan izin ALLAH. Semuga kita dapat mengekalkan dan menambah baik untuk anak cucu cicit dan keturunan kita akan datang. Janganlah kita tinggalkan MALAYSIA yang hancur mancur untuk keturunan kita….. insyallah selagi kita patuh dengan perintah ALLAH swt dengan cara Nabi saw kita pasti tidak tersasar daripada kejayaan dunia dan akhirat.

6. Apa makna KEMERDEKAAN untuk ANDA teman-teman ku …………..

Diriwayatkan dari Umar, bahawa dia berkata : “Pangkal ketawadhuan adalah : engkau hendaknya mendahului salam kepada orang Islam yang engkau temui, hendaknya engkau rela mengambil tempat duduk yang lebih rendah (bawah), hendaklah engkau tidak suka disebut0sebut kebaikanmu dan ketaqwaanmu.” (Al Hadith)

49 Comments

  1. Kemenangan tanpa pengorbanan = biasa2 saja = Gx guna = useless = Tidak ada apa2nya = Gx bermutu = Gx ada hari pahlawan = Cuman nerima kemerdekaan dari Inggris = Mediocre = Totally Useless = Fail

  2. Pahlawanku terus berjuang, ramai yang ditindas, dianiaya dan dibunuh,
    engkau gugur shahid kembali kepada Ilahi, mendapat tempat jannatunnaim.
    Seperti firmanMu: Sesungguhnya Allah telah membeli daripada Mukminin,
    diri mereka dan harta mereka dengan Sorga.

    1. Allah Berfirman :
      “Adakah engkau lihat orang yang mengambil hawa nafsunya menjadi Tuhannya dan Allah menyesatkannya, karena mengetahui (kejahatan hatinya) dan mencap (menutup) pendengaran dan mata hatinya dan mengadakan tutupun diatas pemandangannya. Maka siapakah yang akan menunjukinya sesudah Allah? Tidakkah kamu menerima peringatan? (Qur’an. S.Al-Jatsiyah: 23)

      1. Ada juga manusia, bangsa atau ummat meskipun lahirnya mereka telah mencapai. Kemerdekaan ratusan tahun, akan tetapi jiwa mereka telah dijajah oleh Hawa Nafsu jahat sehingga yang menjadi Tuhan mereka yang sebenarnya hanyalah Hawa Nafsu, sehingga apa yang dilakukannya akan membawa bencana kepada seluruh Ummat manusia. Mereka berbuat sesuatu tindakan hanya berpandukan Hawa Nafsu, sehingga mereka tidak dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, antara yang baik dengan yang buruk.

  3. Ummat yang merdeka dapat berfikir dengan bebas apa yang baik dilakukan
    untuk diri, bangsa ataupun untuk kepentingan ummat seluruhnya, tanpa
    kuatir kepada makhluk yang menghalanginya, tiada yang ditakutinya kecuali
    hanya Allah s.w.t.. Segala tindakannya berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi
    s.a.w.

    1. Oleh karena itu Islam terlebih dahulu memerdekakan manusia kepada hanya
      menyembah Allah s.w.t. yang telah menciptakan dirinya dan alam seluruhnya. Oleh karena itu seseorang itu barulah menjadi Mukmin bila kiranya dalam hatinya terpatri kalimah :”Lailaha illallah wa Muhammadurrasulallah.” Tiada tuhan hanya Allah dan Muhammad pesuruhNya.

      1. Jadi Islam terlebih dahulu memerdekakan Rohaniyah manusia, disamping
        membebaskan Jasmaniah manusia. Kedua-duanya perlu (penting) memperoleh
        Kemerdekaan.

    2. Manusia yang merdeka akan melahirkan para pemikir yang baik dan ikhlas, karena dengan kemerdekaan itu dia tidak ragu-ragu untuk memberikan pendapat yang benar dan adil secara ikhlas, dengan mengharapkan semata-mata keredhaan Allah s.w.t.

  4. Salah satu wujud syukur adalah mengisi kemerdekaan itu dengan turut serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan Negara, sesuai dengan bidang dan kemampuan terbaik masing – masing. Kemudian bersama – sama menumbuhkan semangat berjuang untuk mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan. Bersatu padu dengan tidak meninggalkan jiwa persatuan dan kesatuan bangsa.

    1. Jika kita bersyukur terhadap nikmat Allah, maka janji Allah akan menambah nikmat tersebut. Kita bersyukur bukan hanya memenuhinya dengan mengucapkan “ Alhamdulillah” tetapi harus dibarengi pula dengan bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan fungsinya dan menggali potensi nikmat yang belum tergali dan termanfaatkan.

      1. “Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, sungguh Allah akan bukakan pintu keberkahan yang dating dari langit dan bumi, namun jikan mereka mendustakan agama Allah , maka Allah akan menurunkan siksa yang disebabkan oleh perbuatanya. “ (QS. 7 96)

  5. Kemerdekaan bukanlah kebebasan yang mutlak. Karena kebebasan yang mutlak bias menyebabkan kerusakan yang mutlak pula. Kita harus waspada terhadap penjajahan bentuk baru yang akan masuk melalui pintu – pintu pendidikan, ekonomi, politik, iptek, budaya dan lain sebagainya.

    1. “Janganlah kamu menjadi budak (hamba) seseorang, karena Allah telah
      menciptakan kamu dalam keadaan Merdeka.” (Mutiara kata dari Amirul Mukminin Saidina Ali bin Abi Thalib k.w.)

  6. Kita….harus mengajarkan pada generasi kita, Kemerdekaan bukanlah sekedar perayaan yang inginnya ‘having fun’…jangan lupa memberi tahu para generasi muda itu bahwa….yang kita rayakan sekarang adalah Tetesan darah para pejuang kita………….

  7. Manifestasi dari mensyukuri kemerdekaan adalah dengan cara melaksanakan seluruh aturan Allah swt dan RasulNya guna mencapai kebahagiaan bersama. Allah tidak akan memberikan sesuatu kemakmuran, keadilan kepada bangsa Indonesia, kecuali bangsa Indonesia berbuat untuk itu dengan sungguh – sungguh, dengan segenap kemampuan yang ada, dengan tidak melupakan garis tutunan Allah swt serta tawakal kepadaNya. “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. 13: 11).

  8. Memang tidak semua bangsa yang merdeka kemudian menjadi benar – benar merdeka. Ada bangsa yang telah merdeka mampu mengentaskan dirinya hingga bias benar – benar sejajar, atau bahkan lebih mulia dari bekas penjajahnya. Namun, ada juga bangsa yang kemerdekaannya bersifat semu. Jasmaninya telah merdeka, tapi ruhaninya masih mengidap mental bangsa terjajah.

    1. “Ada bangsa yang telah merdeka mampu mengentaskan dirinya hingga bias benar – benar sejajar, atau bahkan lebih mulia dari bekas penjajahnya.”

      hingga bias atau bisa bang…

  9. Kemerdekaan sesungguhnya adalah kemerdekaan lahir dan batin seorang hamba yang dengan tenang dan tulus dinyatakan sebagai peng-Esa-an Ilahi.(Qs 9:129) Dialah HambaNya, yang menampilkan WajahNya yang ada dimana-mana. Dan Dia adalah Dia yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin, Yang Mengetahui segala sesuatu; dan Dia berbeda dengan makhlukNya; dan Dia adalah Dia.

  10. Manusia yang merdeka adalah manusia mampu memakrifati Kehidupan diatas Shirathaal Mustaqiim sebagai jalan luas yang memungkinkan terciptanya harmoni ideal antara niat, pikiran dan tindakan sebagai keseimbangan ideal tanpa cacat. Maka, dia yang merdeka secara eksistensial maupun esensial adalah dia yang menjadi Kekasih, Karib, Penulis, dan atribut-atribut keruhanian lainnya yang dinyatakan untuk merepresentasikan Asma, Sifat dan Perbuatan Ilahi.

    1. Kita harus berjuang sungguh-sungguh untuk melatih diri menjadi seorang yang dapat mengendalikan amarah, melatih diri untuk tidak mudah tersinggung, melatih diri untuk mudah memaafkan dan memaklumi keadaan orang lain, bahkan kalau bisa latih diri kita untuk membalas dengan kebaikan kepada orang-orang yang khilaf berbuat keburukan kepada kita. Insya Allah hidup ini lebih ringan dan bermartabat jika kita mampu melakukannya.

  11. Kemerdekaan dalam lingkup personal adalah suatu sikap dan karakter Insan Kamil yang mempunyai kepedulian kepada manusia lainnya, mempunyai kemandirian terbatas yang disadarinya, mempunyai prakarsa, dan upaya untuk menjadi pembebas bagi manusia lainnya sesuai dengan potensi yang dapat dinyatakannya. (QS 9:128)

    1. Kemerdekaan dapat diartikan pula agar kita mampu membebaskan diri dari berbagai belenggu yang dapat merusak martabat kita sebagai manusia mulia, karena terjajah oleh sesuatu selain Allah. Kemerdekaan dapat kita nikmati pula jika kita dapat menghindari penjajahan dalam diri kita, misalnya dalam bentuk amarah.

    2. Kemerdekaan ataupun kebebasan menurut Islam bila kiranya seseorang, sesuatu bangsa ataupun sesuatu ummat mendapat kemerdekaan ataupun kebebasan dari penjajahan dalam segala bentuk, baik penjajahan lahir ataupun bathin. Manusia Merdeka bebas untuk mengatur diri mereka, tanpa ada kungkungan dari orang lain.

  12. Seseorang yang memakrifati diri untuk bebas dari hawa nafsu dan tertunduk sebagai hamba dihadapan Tuhannya adalah manusia yang bertanggung jawab dengan kesadaran suci untuk menyatakan hasrat dan niat Pencipta untuk menyatakan DiriNya. Karena itu ia mempunyai kewajiban untuk menjadi bagian Rahmat Tuhan yang dinyatakan.

    1. Sobat, bagaimana kita bisa mengambil essensi dari MERDEKA ? bahwa didalamnya bukannya…mengajak kita untuk merdeka menentukan kemauan kita sendiri….yang kadang membuat lupa…bahwa kita adalah manusia yang tidak bisa hidup sendiri……

  13. Dalam konteks kemerdekaan sebagai suatu kaum atau bangsa-bangsa, maka semua manusia harus berani memerdekakan diri dari belenggu hawa nafsunya dan mengendalikannya dalam koridor akhlak dan perilakunya sebagai manusia yang beriman dan beramal saleh dan mempunyai keberanian untuk menegakkan serta menyampaikannya kepada manusia lainnya sebagi bagian dari Rahmat Tuhan.

    1. Kita adalah ‘penikmat’ kemerdekaan….. masa yang kita tidak harus meneteskan keringat dan darah untuk mempunyai kebebasan dan kemerdekaan……

  14. Manusia sesungguhnya sama sekali tidak mempunyai kemerdekaan, namun ia mempunyai amanat sebagai anugerah untuk menyaksikan dan membumikan tanda-tanda Ke-Esa-an Tuhan dengan tanggung jawabnya masing-masing. Sehingga kemerdekaannya masih berada dalam lingkaran maujud dari Kehendak dan Kekuasaan Tuhan yang Maha Meliputi.

    1. Merdeka adalah hikmah perjuangan yang harus kita syukuri….namun sayang terkadang maknanya yang hadir dari kisah panjang perjalanan sejarah bangsa ini kurang dirasakan dalam hati…… bahwa kemerdekaan itu hadir melalui keringat deras yang mengucur dari para pahlawan kita……

      Dan…bahwa kemerdekaan itu adalah titik tujuan perjuangan…..yang karenanya, para pahlawan rela meneteskan darahnya….

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!