Sanggupkah ANDA berKORBAN?

BerKORBAN ini suatu perkataan berat yang mudah dikatakan tapi susah nak praktik. Tapi itulah hakikat hidup nak berilmu perlu cari guru untuk belajar, nak jadi jutawan perlu berniaga, nak naik pangkat mesti pandai kerja dan bodek bos, nak jadi pemimpin negara mesti pandai berpolitik, nak berkeluarga mesti ada pasangan hidup, nak pahala mesti beribadah dan nak masuk syurga mesti patut perintah Allah swt ikut cara Nabi saw.

Apa juga yang kita inginkan baik untuk dunia dan akhirat mesti ada pengorbanan. Contohnya nak Solat Fardu bila dengar je azan kita perlu tinggalkan segala aktiviti terus bersiap bersihkan badan, ambil wudhu, mengenakan pakaian yang bersih dan sesuai lalu terus ke surau atau masjid. Solat awal waktu dan berjemaah akan mendapat pahala paling banyak. Tapi mudah ke nak buat? Selalunya kita solat dah lewat waktu, gigi pun tak gosok, pakaian ala kadar (ada yang berkemban dengan kain pelekat je) dan solat sendiri kat rumah. Lebih malang lansung tak solat. Bukan mudahkan kita perlu berKORBAN untuk dapat pahala solat fardu terbanyak.

Berjuta-juta warga Indonesia, Bangladesh, Nepal, Vietnam yang terpaksa berKORBAN meninggalkan keluarga untuk mencari rezeki di Malaysia. Tak kurang juga ada yang terKORBAN seperti Mantik Hani demi mencari rezeki. Bukan mudah untuk kita mencapai apa yang kita ingini melainkan dengan berKORBAN seperti lagu P RamleeBerkorban Apa Saja“.

Sanggupkah kita bersusah-susah berKORBAN demi kebahagian masa tua dan lebih penting kehidupan di alam akhirat kelak?? Sanggupkah kita berKORBAN sebagaimana Nabi Muhammad saw yang berjuang untuk menyampaikan agama Allah sehingga kini kita dapat mengecapi nikmat ISLAM? Sanggupkah kita berKORBAN seperti Nabi Ibrahim yang sanggup menyembelih anaknya Nabi Ismail? Sanggupkah kita mengeluarkan sedikit duit untuk mengerjakan ibadah KORBAN setahun sekali?

Kepada yang mampu berKORBAN jangan sayangkan duit KITA keluarkanlah jika tidak untuk seekor lembu mungkin seekor kambing atau mungkin juga  satu bahagian yang bernilai hanya RM250-350 sekali setahun. Ibadah KORBAN adalah sunat yang diwajibkan bagi yang mampu. Balasan kelak di alam Ghaib di akhirat kelak. Masih belum terlambat untuk KITA berKORBAN. Jangan tertinggal tahun ini kerana belum tentu ada tahun depan untuk kita……..

(Kepada teman-teman yang berhasrat hendak berKORBAN yang akan laksanakan di Padang, Sumatera sila email ke denaihati [a] yahoo.com atau hantarkan massage ke twitter @ denaihati. 1 bahagian bernilai RM430).

~Terima Kasih~
Zul – Zul’s Blog

71 Comments

  1. Dalam setiap bentuk perintah dan ajaran Ilahi harapan-Nya setiap individu manusia menjadi bertakwa kepada-Nya. Dan manusia bertakwa selalu diingatkan agar membiasakan diri mempersiapkan masa depan.

    1. Kita dapat melakukan hal yang sama seturut dengan keberadaan dan kesanggupan kita dengan melakukan hal yang sederhana: memberi waktu dan perhatian kepada teman atau anggota keluarga yang sedang mencurahkan isi hatinya; memberi persembahan bagi orang yang kurang mampu; mengunjungi orang sakit; pelayanan di penjara; dan masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan untuk orang lain.
      Curahan rasa Bang Iwan @ ..Hidup Seorang Blogger Berkah Ramadhan DenaihatiMy Profile

    2. Maka, melakukan kurban adalah melakukan sesuatu yang mendekatkan diri kepada Tuhan yakni mendekatkan diri kita kepada tujuan hidup. Sebab, kita berasal dari Tuhan dan kembali kepada-Nya.

      1. Oleh karena itu, dalam praktek, dalam bentuknya yang kongkrit, tindakan berkurban adalah tindakan yang disertai pandangan jauh ke depan yang menunjukkan bahwa kita tidak mudah tertipu oleh kesenangan sesaat, kesenangan sementara, kemudian melupakan kebahagiaan abadi, kebahagiaan selama-lamanya.

        1. Oleh karena itu, makna berkurban ialah bahwa dalam hidup kita melihat jauh ke masa depan dan tidak boleh terkecoh oleh masa kini yang sedang kita alami, bahwa kita tabah dan sabar menanggung segala beban yang berat dalam hidup kita saat sekarang.

            1. Maka kita maknai, berkurban ialah, bahwa kita sanggup menunda kenikmatan kecil dan sesaat demi mencapai kebahagiaan yang lebih besar dan kekal.

            2. Semangat berkurban adalah konsekuensi iman dan takwa kepada Allah. Sebab, takwa itu jika dijalankan dengan ketulusan dan kesungguhan akan membuat kita berkemampuan melihat jauh ke depan, mampu menginsafi akibat-akibat perbuatan saat ini di kemudian hari, kemudian menyongsong masa mendatang dengan penuh harapan.

  2. Qurban adalah penyembelihan binatang ternak yang di laksanakan atas perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan tujuan taqarrub (pendekatan) kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada hari Iedul Adhha/Qurban sampai akhir hari-hari tasyriq diambil dari kata dhahwah disebut awal waktu pelaksanaan yaitu dhuha (lisanul Arab 19:211, mu’jam Al-Wasith 1:537).

    1. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan berqurban dalam firmanNya, yang artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2). Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah.
      Dan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi’ar Alloh.” (QS Al-Hajj: 36)

      1. Hukumnya adalah sunnah muakkad, bagi yang mampu, sebagaimana hadits beliau riwayat Anas radhiallaahu anhu, bahwa Nabi ShallAllohu alaihi wa salam berkurban dua kambing yang bagus, bertanduk, beliau menyembelih keduanya sendiri dengan tangan beliau, menyebut nama (asma Alloh) dan bertakbir. (HR: Al-Bukhari dan Muslim).

        1. Adapun orang yang menghukumi wajib dengan dasar hadits, yang artinya: “Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku.” (HR: Ahmad dan Ibnu Majah).

          1. Hadits ini derajatnya dha’if dan tidak bisa dijadikan hujjah, karena ada perowinya yang dha’if yaitu Abdullah bin Iyasy sebagaimana diterangkan oleh Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Hazm (Ibnu Majah 2: 1044, Al-Muhalla 8:7).

          2. Imam Syafi’i berkata: Andaikan berkurban itu wajib maka tidaklah cukup bagi satu rumah kecuali mengurbankan setiap orang satu kambing atau untuk tujuh orang satu sapi, akan tetapi karena tidak berhukum wajib maka cukuplah bagi seorang yang mau berkurban jika menyebutkan nama keluarga pada kurbannya … dan jika tidak menyebut-kannya pun tidak berarti meninggalkan kewajiban (Al-Umm 2: 189).

          3. Para sahabat kami berkata “Andaikan kurban itu wajib maka tidaklah gugur (kewajiban itu) jika kelewatan waktunya, kecuali dengan diganti (ditebus) seperti shalat berjamaah dan kewajiban lainnya, para ulama madhab Hanafi juga sepakat dengan kami (madhab Syafi’i) bahwa kurban tidak berhukum wajib (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab: 8: 301)

  3. Berqurban berarti ikut membantu beban penderitaan orang lain yang lagi kesusahan. Mungkin saatnyalah kita senantiasa berempati kepada sesama agar hidup ini penuh berkah dan arti bagi diri sendiri, orang lain dan tentunya bagi Allah SWT. Amin

  4. Dan terakhir adalah ibadah qurban merupakan ibadah sosial. Dengan berqurban berarti kita sudah peduli dengan lingkungan sekitar kita, khususnya bagi mereka yang hampir sepanjang tahunnya tidak mampu menikmati daging –karena tergolong fakir atau miskin.

  5. Sekarang ini, rasanya sangat sulit menemukan orang yang bermental sebagaimana yang diperlihatkan Nabi Ismail a.s. Yang ada yaitu adanya sebagian anak justru tega mendzlimi kedua orang tuanya, mengambil harta orang tuanya, membohongi dan seterusnya –walaupun masih lebih banyak anak yan taat dan berbakti. Oleh karena itu , tugas para pendidik –termasuk para ibu di rumah—untuk tetap istiqomah mencetak generasi-generasi ‘profetis’ dan qurani.

  6. Ketiga, Kepatuhan seorang anak terhadap orang tuanya adalah merupakan hal yang sangat penting. Begitu pentingnya, sehingga Allah SWT memperlihatkan kepada kita sebuah pemandangan yang sangat indah, yakni sejarah penyembelihan orang tua terhadap anak kandungnya sendiri, yang mana sang anak “mempertontonkan” ketaatannya kepada kita semua.

  7. Ini memang berat, tapi jika kita mampu, maka Allah SWT akan membalasNya dengan sesuatu yang besar pula –artinya Allah Maha adil.

  8. Kedua, kecintaan kita kepada Allah hendaknya melebihi segalanya. Jangan sampai karena anak, istri (wanita),harta dan jabatan membuat kita lupa kepada Allah, atau ingat akan tetapi tidak dinomorsatukan.

  9. Bagi mereka yang berqurban tahun ini atau mungkin tahun-tahun sebelum dan akan datang, maka seyogyanyalah senantiasa ikhlas, agar amal tidak sia-sia.

  10. Rangkaian komentar saya ini setidaknya dapat menyimpulkan beberapa hal. Pertama, keikhlasan dalam beribadah merupakan hal yang sangat esensial. Tanpa keikhlasan ibadah akan sia-sia belaka.

  11. Ibadah qurban mengisyaratkan kepada kita bahwa kemampuan untuk berkorban sebagaimana yang diteladankan oleh keluarga Ibrahim a.s. Benar-benar untuk merealisasikan suatu perhatian manusia dan kemanusiaaan dengan saling tolong-menlong diantara sesama.

  12. Ibadah juga terkandung makna hubungan yang sangat erat dengan manusia dan kemanusiaan. Atau bahkan juga hubungan dengan lingkungan. Itulah yang dengan secara gamblang diisyaratkan oleh Allah dalam Al Quran surat Ali Imron:122 yang artinya “mereka diliputi kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia”.

    Dari ayat di atas Allah SWT mengajarkan kita bahwa dalam pengagungan dzat Allah terletak kemuliaan dan kebahagiaan manusia. Bukan hanya kemuliaan dan kebahagiaan di akherat yang kekal abadi, yang untuk itu setiap mukmin diperintahkan untuk menyiapkan diri.

  13. Karena untuk kepentingan beribadah itulah manusia itu diciptakan oleh Allah. Dan dengan jiwa keibadahan itulah manusia mampu mencapai kesucian jiwa.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!