Jemaah Tabligh tercemar akibat nila setitik

Majoriti masyarakat yang tidak kenal secara dekat memandang negatif kepada Jemaah Tabligh. Patang sahaja ada ruang dan titik lemah pasti Jemaah Tabligh akan dilanyak habis-habisan layak statusnya lebih rendah daripada penjenayah dan kaki maksiat. Tak kurang juga orang yang lebih ilmu agamanya memandang sebelah mata terhadap Jemaah Tabligh.

Aku bukanlah seorang ahli Jemaah Tabligh tetapi aku memahami perjuangan mereka berdasarkan pengalaman bersama semenjak berusia 14 tahun. Jemaah yang memperjuangkan 6 prinsip yang diamalkan oleh Para Sahabat tidak  pernah melabelkan mereka sebagai Jemaah Tabligh. Jemaah yang mengajak umat Islam kembali kepada Al-Quran dengan cara hidup yang ditujukkan oleh Rasulullah SAW. Jemaah yang sentiasa mengajak Solat Berjemaah di masjid, bersangka baik kepada Allah dan sesama Manusia, menghormati yang muda dan memberi khidmat pada yang tua, membudayakan membaca kitab setiap hari di rumah dan masjid, mengamalkan akhlak baik, berkongsi ilmu walaupun sedikit, mengajak kita mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah dalam kehidupan dan banyak lagi aktiviti baik yang bertentangan dengan amalan kehidupan moden.

Mana yang lebih baik seandainya seorang pemuda Islam itu mengikut Jemaah Tabligh atau mengikut Jemaah Rempet, dadah dan jenayah? Yakinlah ramai dikalangan kita tidak kisah jika anak bangsanya tercebak dalam dunia rempet, dadah dan jenayah daripada ikut Jemaah Tabligh. Agama lain memang sudah lama tidak suka kepada Jemaah Tabligh yang sentiasa sahaja bertebaran di seluruh dunia tanpa dibayar oleh sesiapa dan lebih malang lagi apabila umat Islam sendiri juga membeci Jemaah Tabligh.

Jemaah Tabligh juga manusia yang sentiasa dibisikan kata-kata hasutan oleh Iblis durjana jadi sudah pasti ada kes-kes terpencil seperti kes kahwin bawah umur dan pencabulan. Jangan hanya kes-kes terpencil ini maka Jemaah Tabligh yang banyak jasanya kepada perkembangan Islam di dunia dilabelkan dengan label yang negatif.

Tak kenal maka tak cinta. Ambilah peluang untuk mengenali Jemaah Tabligh dan azam sekurang-kurangnya sekali seumur hidup kita keluar ke jalan Allah SWT. Siapa lagi yang boleh kita harapkan untuk bertebaran di seluruh muka bumi menegakan Islam sekarang?

“Tidakkah mereka perhatikan, bagaimana Allah memulai ciptaan kemudian mengulanginya? Sesungguhnya yang demikian itu mudah saja bagi Allah. Katakanlah:’Berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah, bagaimana Allah memulai ciptaan, kemudian Ia mengulangi penciptaan itu sekali lagi. Sesungguhnya Tuhan Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. 29:19-20)

Berjalanlah kamu di atas muka bumi, kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan itu” (Al An’am: 11)

“Oleh itu hendaklah kamu (hai kaum musyrik) bergerak di muka bumi (dengan bebasnya) selama empat bulan, dan ketahuilah bahawa kamu tidak terlepas dari (azab seksa) Allah. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah akan menghina orang-orang yang kafir (dengan bala bencana di dunia dan azab seksa di akhirat)” – Surah At-Taubah ayat 2.

“Dan mereka berkata: “Hati kami dalam tutupan yang berlapis-lapis (menghalang kami) daripada memahami apa yang engkau serukan kami kepadanya, dan pada telinga kami penyumbat (menjadikan kami tidak dapat mendengarnya), serta di antara kami denganmu ada sekatan (yang memisahkan fahaman kita) oleh itu, bekerjalah engkau (untuk ugamamu), sesungguhnya kami juga tetap bekerja (untuk memepertahankan kepercayaan kami)!” – Surah Fussilat ayat 5

60 Comments

  1. sembang-sembang di blog,laman sosial,berhujjah pendapat di laman sembang bukan kaedah nabi…lalu apakah kaedah yang paling mirip dengan nabi?dan pasti!!!maka pasti kaedah yang paling mirip dengan nabi itu adalah yang paling benar…kaedah dakwah yang paling mirip itu jugalah yang dibawa oleh sahabat,tabi’in serta pengikut tabi’in….
    sesungguhnya hidayat itu milik Allah..dan ketentuan Allah…Dakwah itu kerja ummat,hamba,…Hanya asbab..
    Allah berhak memberi hidayat dengan asbab,tanpa asbab hatta bertentangan dengan asbab….
    Wallahu ‘a’lam…

  2. Assalamu’alaikum

    Khuruj Fisabilillah bagi saya pribadi adalah sebuah methode mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena semua kegiatan tidak menyimpang dari Agama Islam. (Coba dengar/baca dulu jangan cepat ditanggapi)

    Kalau itu dibilang Jihad memang jihad, berdasarkan (dalilnya) bahwa jihad yang paling besar itu kata Nabi adalah melawan Hawa nafsu. Melawan hawa nafsu – meninggalkan apa yang dicintai, disenangi dan disukai. Itupun selama 3 hari dan masih belajar belajar. Sasaran akhirnya adalah surat At Ttaubah ayat 24.

    Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

    Kalau Jumlah harinya, samalah dengan itikaf dan tidak mengikat. Ada 10 hari seperti di akhir bulan ramadhan. Boleh itikaf 10 hari boleh 1 hari bagi pelajar, boleh 3 hari. Kenapa 3 hari. Karena bertamu itu hanya dibolehkan 3 hari. Jadi selama 3 hari 1 Mesjid. Tidak menyalahi sebagai seorang tamu. Kalau 10 hari berarti 4 mesjid.. Apakah itikaf itu tidak ada dalilnya ?

    Pada intinya apapun didunia ini mengalami proses. Tak ada yang buang percuma, detik demi detik, itulah ketentuan Allah. Nah detik demi detik tsb apakah ia berada di dalam suasana agama atau sedang bukan dalam suasana agama. Orang-orang yang khuruj sedang dalam suasana Agama Itikaf 3 hari. Detik demi detik selama 3 hari dalam suasana agama dan pasti sedang mngalami proses. Suasana agama itu bukan itikaf saja ada kegiatan agama yang lain. (nanti dijelaskan)

    Kita lihat bagaimana proses Allah sedang terjadi detik demi detik bukan dalam suasana agama. Yakni dalam suasana pengeraman telor ayam. Namanya pengeraman, namaun ada kegiatan lain didalamnya atau tertib didalamnya. Seperti temperatur harus konstan, kelembapan udara terjada, sirkulasi udara terjaga, dan yang penting lagi harus bolak balik, begitulah hari demi hari sehingga setelah 21 hari maka proses Allah betul betul membuahkan hasil, telor menjadi anak ayam. (Jangan keburu marah dulu dengan adanya cerita ayam ini).

    Namanya Itikaf 3 hari.
    Kegiatannya sholat wajib dan sholat sunat. Sholat Wajib 5 waktu sholat sunat sebelum dan setelahnya (jangan cepat sekali negatif tingking “setelah asyar kamu sholat sunat juga ya ?! nih contohnya jt”) Kemudian sholat Fajar, sholat duha, Sholat hajat, sholat tobat, sholat tahajud, sholat witir dan sholat tasbih. Tidak boleh keluar mesjid tanpa izin amir. (imajinasikan ayam yg mengeram tidak boleh sering turun dari sangkarnya, he..he..)
    Kegitan berikutnya, baca Buku Fadilah Amal ( Fadilah alquran, fadilah sholat, fadilah zikir, fadilah tabligh, kisah kisah sahabat), Fadilah sedekah (keutamaan menginfakkan harta, celaan terhadap kebakhilan, pentingnya zakat dan keutamaannya, ancaman bagi yang tidak menunaikan zakat, anjuran supaya zuhud-qana’ah dan tidak meminta minta, Kisah para akhli zuhud dan dermawan, serta pentingnya ingat akan mati dalam bab anjuran supaya zuhud –qana’ah Hadits ke 19 hal 522), membaca buku Kumpulan hadits-hadits shoheh (Munttakhab Ahadits) dalil dalil 6 sifat. Muzakarah adab adab sunah, muzakarah 6 sifat. Membaca buku khuruj fisabilillah, doa masnunah dsbnya.
    Kegiatan berikutnya Silaturrahmi kepada tetangga sekitar Mesjid.
    Jauh saling mendoakan dekat saling silaturrahmi. Diantara pembicaraan dunia sdr yang dikunjungi diselipkan pembicaraan kebesaran Allah swt. “Adakah perkataan yang lebih baik dari pada mengingatkan orang kepada Allah ?”
    Kemudian Jaulah, jaulah adalah tulang punggung dakwah, dakwah adalah tulang punggung agama. Jaulah intinya mengingatkan sdr sdr seiman (yang sama sama mengucapkan kalimah La ilaha illallah ) tentang pentingnya iman dan amal sholeh serta “mengingatkan” kepada hari akhirat yang tidak nampak. Karena sifat manusia pelupa, yang nampak saja sering lupa apalagi yang tidak tampak. Itupun ada arahan arahannya kepada siapa bersilaturrahmi. Kalau dia akhli mesjid, paham agama dan berilmu seperti sdr salafy maka kita mintakan doa kepadanya, untuk menghargai mereka. Itupun kalau mereka mau disilaturrahmii.
    Disaat Jaluah inilah kita menemukan 4 karakter manusia yang mirip seperti apa yang ditemui Rasulullah, seperti Abu Jahal, Abu Tholib, Abu Bakar dan Abu Syofian.

    Jadi kegiatan tsb betul-betul full, melelahkan dan perlu istirahat siang. Karena malamnya sibuk zikir dan tahajud. Maka masyarakat kalau melihat disaat itu akan berkata : “ Apa kerja orang orang berjenggot ini, siang hari tidur tidur di Mesjid, sementara masyarakat sekitarnya kerja.” (walau) padahal mereka yang mengatakan kerja itu kadang kadang istrahat juga, istrahatnya bukan tidur, tapi kumpul dikedai kopi. Kalau kerja malam maka mereka tidur juga. Sebetulnya kalau kita tahu kesibukan mereka tidak perlu dipermasalahkan.

    Nah kalau kegiatan mereka itikaf di Mesjid 3 hari telah selesai, kmd pindah mesjid lagi.
    Sebelum pindah ada adab adabnya seperti sebelum masuk mesjid juga ada adab adabnya. Membacakan adab perjalan dan berdoa. Tak lupa khitmad Mesjid setiap meninggalkan mesjid. Sambung lagi Mesjid yang lain selama 3 hari lagi, kalau mereka 40 hari maka diperkirakan 13 Mesjid telah dikunjungai, termasuk masyarakat sekitarnya. Hari yang ke 39 kembali kemarkas (Mesjid) untuk dibayan wabsi, atau nasehat utk pulang.

    Jadi kegiatan selama itikaf di Mesjid, dakwah Ilallah, taklim wataklum zikir ibadah dan khitmad.

    3 hari memberikan perobahan yang drastis. Kita tidak mengetahui bagaimana proses Allah terjadi kepada seorang preman yang berusaha bertobat dan mendekatkan diri kepada Allah swt, kemudian Allah swt menyambutnya dengan memberikan hidayah. Ada kekuatan untuk mengamalkan perintah-perintah Allah swt. (jangan kita ribut, atau menuduh yang bukan bukan, hidayah adala proses Allah). Biji bayam setelah dibenam kedalam tanah atas proses Allah swt maka berkecambahlah dia, butuh berapa hari ? Telor itik menjadi seekor itik butuh proses Allah swt, berapa hari ? Sperma yang antum tumpahkan dirahim istri butuh berapa hari atau bulan menjadi seorang manusia ? Kenapa biji bayam, sperma, telor itik ditarok diluar tidak mengalami perobahan ? Jadi untuk mengalami perobahan ada tempat yang cocok untuk masing masingnya. Manusia mengalami perobahan Allah letakkan ditaman taman sorga atau Mesjid. Kalau dirumah ? Hanya ilmu yang bertambah, tetapi kekuatan beramal atau hidayah wallahu’alam. Kenapa? karena hidayah adalah hak prerogative Allah swt.

    Ada orang karena merasa berilmu kemudian ngomong, “ Saya lebih ikhlas sholat dirumah saja, ketimbang di mesjid tetapi merasa terpaksa (mungkin maksudnya sholat subuh dan isya).Ini sama artinya dengan “saya lebih ikhlas mencuri dari pada terpaksa bekerja” Atau ada yang lebih gila lagi “ Orangnya beriman tetapi tidak berilmu” tetapi tidak berani mengatakan “ Orangnya berilmu tetapi tidak beriman” alasannya mana ada orang berilmu tidak beriman. Padahal kalau kita perhatikan orang yang berilmu tak berimanlah yang paling banyak mengisi dunia ini.

    Tadi ada yang mengatakan, bukan orang orang bodoh yang dikirm berdakwah dijaman Rasulullah, tetapi orang berilmu seperti Ali bin Abu Tholib dsbnya. Apakah Ali ra seorang diri saja yang dikirim ? tentu bukan, bukan. Ali ra adalah amir rombongannya. Karena untuk bepergian rasulullah menganjurkan minimal 2 orang agar terbentuk jemaah bila sholat di perjalanan. Diantara robongan Ali ra tsb tentu ada juga yang ilmunya masih kurang disbanding Ali ra. Begitu juga rombongan Jemaah Tabligh, ada amirnya, ada hafisnya ada alimnya dan ada juga yang masih bodoh. Dalam segi Ilmu ia lemah tetapi dalam segi menghitmad sdrnya bagus. Bukankah itu relatf ?

    Dibeberapa Mesjid banyak Salafy menghidupkan itikaf sepuluh hari diakhir ramadhan. Itu sangat bagus. Satu hari membayar untuk buka dan sahur dll Rp 25.000 per hari / kepala. Kalau 10 hari Rp. 250.000. untuk satu mesjid saja. Ada yang campur, wanita dan laki laki ada laki laki saja dari remaja hingga tua. Banyak kegiatan agama dilakukan. Setelah selesai tentu perlu dievaluasi. Adakah jemaah mengalami peningkatan amal mereka setelah selesai, terutama amalan wajib, sholat berjemaah ? Kalau ilmu jelas bertambah, karena mereka mendatangkan ustaz ustaz pintar. Tentu sesuai dengan kemampuan mereka membayar. Mereka itu di Mesjid yang 3 hari yang berstatus Tamu, 7 hari berikutnya status mereka jelas bukan tamu lagi.

    Nah sekarang coba bandingkan dengan Jemaah Tabligh yang itikaf selama 3 hari, melakukan kegiatan Agama juga tetapi lebih komplek. Satu hari masing masing bayar Rp.10.000 untuk keperluan makan 3 kali dan snack serta susu. Tidak ada untuk pengeluaran lain. Setelah 3 hari terjadi perobahan yang signifikan, bayangkan dari preman menjadi akhli ibadah. Memang umat akhir zaman tidak diciptakan sebagai akhli ibadah saja tetapi sebagai akhli dakwah. Untuk menjadi akhli dakhwah harus akhli ibadah dulu atau sejalan kedua duanya. Seperti kata Nabi sampaikanlah walaupun satu ayat.

    Akhli ibadah belum tentu akhli dakwah, dan akhli dakwah harus akhli ibadah. Kalau tidak ia akan jadi munafik. Ilmu disampaikan tetapi ilmu tidak diamalkan !
    Ciri cirri munafik berkata bohong. Bohong bukan sekedar kata katanya saja bohong , kata katanya benar tetapi orang lain disuruhnya dia sendiri tidak melakukannya. Umumnya orang seperti ini yang banyak mengetahui Ilmu, berilmu. Tetapi tidak ada kekuatan mengamalkannya. Ciri ciri munafik yang lain, kalau berjanji sering tidak ditepati dan kalau dipercaya sering khianat.

    Ada ustaz yang mengartikan kalau sudah sudah ada ciri ciri ketiganya baru dikatakan munafik tulen. Kalau Nabi saw memanggil orang munafik itu adalah orang yang tidak sholat subuh dan isya berjemaah. “ Kalaulah orang orang munafik tersebut mengetahui manfaat salat subuh dan isya berjemaah maka ia pasti mendatanginya sekalipun dengan merangkak”. Dan orang munafik tersebut kata Allah swt kekal didalam Neraka sesuai dengan surat at taubah ayat 68. Bahkan dikerak keraknya neraka. Munafik itu lahirnya Muslim hatinya kafir. Dan ajibnya lagi Sifat munafik tsb akan terbebas dari seseorang apa bila ia mampu sholat berjemaah 5 waktu selama 40 hari berturut turut tanpa tertinggal takbirratul ula. Bahkan dua kekbebasan, bebas sifat munafik dan bebas api neraka.

    Kok bisa…? Itulah proses Allah swt.

    Masuk sorga dengan bebas api neraka lain, nggak sama, walau sama sama masuk sorga.
    Masuk sorga bisa jadi masuk neraka dahulu, Jangankan masuk neraka, terpijak puntung rokok oleh kaki telanjang saja ributnya minta ampun. Apalagi timah panas dimasukkan kedalam telinga. Nauzubillah. Sementara bebas api neraka artinya langsung masuk sorga.

    Makanya didalam 6 sifat para sahabat, setelah beriman, meyakini Allah dan RasulNya yang kedua Sholat khusuk wal khuduk, kemudian ilmu maha zikir, ikramul muslimin, ikhlas dan terakhir dakwah wat tabligh. Itu adalah kerangka dakwah para sahabat, dakwahnya orang orang salaf. (Jangan bangga kita dibilang orang salafy tetapi tidak salaf, maksudnya berilmu saja, tetapi sholat subuh dan isya dirumah). Kerja para sahabat diantaranya mengajarkan orang orang kafir cara sholat sebelum mereka masuk islam. Kemudian baru amalan amalan lain ditambahkan. Termasuk para sahabat itu berdakwah dan bertabligh. Orang orang sekarang menyebutnya jemaah tabligh. Tetapi orang jemaah tabligh belum tentu semua seperti sahabat. Kita “semua” (Salafy, JT dll) sedang meniru-niru seperti sahabat. Sedang berusaha ikut seperti sahabat (sahabat berdakwah kemana mana). Sehingga nantinya insya Allah seperti sahabat. Barang siapa meniru niru suatu kaum maka dia digolongkan kepada kaum tsb.

    Mungkin itu yang bisa saya jelaskan tentang Jmaah Tabligh ini. Sebetulnya masih banyak lagi nusroh Allah yang terasa itupun sesuai dengan tingkat pengorbanan kita terhadap agama ini. Pengorbanan untuk Agama Islam berbeda dengan pengorbanan untuk orang orang islam. Lalu ada yang berkata : “Kenapa keluarga dikorbankan / ditinggalkan, kan masih bisa itikaf di mesjid sendiri, dakwah di lingkungan sendiri dan masih banyak yang belum mengamalkan agama” Wah..jadi bakal panjang juga ceritanya. Kalau berfikir antum tersebut diamalkan oleh para sahabat, maka agama islam tidak akan sampai kepada kita semua. Ketahuilah disaat Rasulullah wafat di Medinah masih ada orang kafir bahkan seminggu kemudian muncul nabi palsu. Kenapa bukan Madinah dibereskan dahulu kenapa jemaah dikirim juga ke negeri Cina dan seantero dunia.? Itulah sunnahnya.

    Yang benar datangnya dari Allah yang salah adalah kelemahan dan keboodohan saya. Kepada Allah.swt saya meminta ampun dan mohon maaf kepada sdr sdr.
    Terakhir ada nggak yang lebih baik dari kerja para sahabat, memperbaiki diri, beribadah, dan berdakwah.ke seantero daerah dan dunia.

    Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Alla ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa Atuuba Ilaika

  3. Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja. Tujuan utama dari gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.

  4. Di kalangan aktivis gerakan Islam, tentunya nama Jamaah Tabligh bukanlah sesuatu yang baru. Jamaah Tabligh atau terjemahan secara bebasnya adalah “Kelompok Penyampai” (dalam Bahasa Arab : التبليغ جماعة ) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah.

  5. Dakwah dan tabligh khuruj fii sabiilillah

    * Dakwah
    o Artinya: Mengajak
    * Tabligh
    o Artinya: Menyampaikan
    + Maksudnya:
    # Memperbaiki diri, yaitu menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah.
    # Menghidupkan agama pada diri sendiri dan manusia di seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri mereka.
    + cara mendapatkannya :
    # dakwahkan pentingnya da’wah wat tabligh.
    # latihan dengan keluar di jalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 hari setiap tahun dan 3 hari setiap bulan. kita tingkatkan pengorbanan dengan keluar 4 bulan setiap tahun, 10 hari setiap bulan dan 8 jam setiap hari.(ulama 1 tahun seumur hidup)

  6. Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi diIndia. Nama Jama’ah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain.
    .-= Bang Iwan´s last blog ..Dennis Gabor’s 110th Birthday | Google Doodle =-.

  7. Jamaah Tabligh (“Kelompok Penyampai”) (Bahasa Arab: جماعة التبليغ , juga disebut Tabliq) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah. Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja. Tujuan utama dari gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.

    1. @Bang Iwan, tidak ramai yang mampu untuk buat apa yang jemaah Tabligh lakukan walaupun ILMUnya tinggi untuk berjalan rumah ke rumah dengna risiko dihalau, dimaki, dikejar, dihina dan sebagainya. Setiap ahli agama ada fungsinya yg mengajar akan mengajar, yang memimpin akan memimpin jadi jangan lah kita merendahkan antara satu sama lain.

  8. @HAWA: Tak pernah pulak dgr.
    Kalau ada mungkin digalakkan, bukan diwajibkan.
    Lagipun, ada jgua jemaah perempuan, dipanggila masturat.
    Selalunya kalau jemaah perempuan nk keluar ke sesuatu tempat, mesti akan keluar dgn suami.

    1. @Affan, aku pun biasa tengok jemaah wanita keluar dengan suami itu pun hanya stay kat umah yg ditetapkan dan warga setempat akan datang ikut program di rumah tersebut.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!