Gagal Merancang Untuk Berjaya

Seronok aku baca entri Kak Jie bertajuk Kalender Kuda Tinggal Sekeping yang mengingatkan aku yang kita dah masuk bulan terakhir tahun 2009. Begitu cepat masa berlalu rasanya baru semalam menyambut tahun baru 2009. Tu lah Nabi saw bersabda hidup di dunia ni ibarat berteduh sebentar di bawah pohon untuk perjalanan seterusnya.

Bayangkan sehari di akhirat sama 1000 tahun di dunia jadi kalau kita dah hidup 40 tahun di dunia sama seperti 1 jam hidup di akhirat. Tapi apa yang kita fikir dan usaha sekarang lebih kepada dunia yang hanya beberapa jam sahaja nilainya di akhirat. Beruntunglah kepada mereka yang fikir dan usaha untuk hidup bahagia kekal abadi di akhirat.

Alhamdulillah kebanyakan azam tahun 2009 dah selesai. Jadi tugasan aku sekarang sedang merancang azam tahun 2010. Untuk berjaya dalam hidup MESTI ada perancangan. Ramai di antara kita tidak merancang untuk gagal cuma mereka gagal nak merancang untuk berjaya. Tetapi apabila kita dan rancang kita mesti ada kekuatan untuk melaksanakan apa yang kita rancang ibarat kata orang putih “walk the talk”.

Tetapi berapa hebat pun perancangan kita, perancangan Allah lebih hebat sebab itu kita selain berusaha MESTI selalu berdoa dan bertawakal. MESTI mohon doa supaya Allah swt permudahkan urusan dunia dan akhirat sebagaimana Allah permudahkan urusan dunia dan akhirat Para Rasul, Nabi dan Orang-orang Soleh.

Untuk teman-teman yang belum selesai azam 2009 masih ada 30 hari untuk selesaikan. Jangan GIVE UP teruskan usaha hingga titisan peluh terakhir.

@ Insyallah kalau tiada halangan tunggu besok ada suprise.

120 Comments

  1. “Historia magistra vitae”, sejarah adalah guru kehidupan, begitulah kata para bijak bestari. Sebuah perubahan tak akan pernah bisa melupakan sejarah masa silam. Ia bisa menjadi cermin untuk melakukan evaluasi hingga berhasil ditemukan langkah-langkah cerdas guna menyusun langkah-langkah strategis dan mencerahkan.
    .-= Bang Iwan´s last blog ..Acer Aspire One Gratis | Denaihati Hidup Untuk Memberi =-.

  2. Begitu sedikit opsi yang tersedia, langkah ini sempat terhenti bimbang, bagaikan air sedang terbendung sesaat di dataran ketinggian.

  3. Keinginan untuk sedikit terbebas dari rutinitas kantoran akhirnya menemukan jalannya. Mendapatkan chevening bagaikan air menemukan anak sungai lain untuk menuju ke laut lepas.

  4. Pada dasarnya, fitrahnya permenungan dalam “saat akhir” akan dilakukan oleh setiap manusia. Refleksi ini biasanya disebut: Penyesalan, kegagalan, keberhasilan, kesuksesan. Juga bisa kesombongan, penyangkalan, alasan dan kesementaraan.

  5. Pada kata “akhir”, berarti adalah ujung, yang tak bercelah dan tak dapat diterobos untuk menjadi “tak akhir”.

    Akhir, terkait dengan suatu ukuran pada suatu dimensi, bisa jarak, bisa waktu.

  6. Bicara akhir berarti bicara finish. Bicara penentuan, bicara sesuatu yang tak dapat diubah lagi, karena satu dimensi telah hilang yaitu dimensi “kesempatan”.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!