Santapan Jumaat : Nafsu Itu Membisikan

Jika Aku menginginkan kebahagian kendalikalah nafsuku agar Aku dapat mentaati Tuhanku, dan tahanlah nafsuku jangan sampai mendurhakai-Nya. Nafsuku merupakan panghalang bagi diriku untuk mengenali makhluk dan makhluk adalah penghalang bagi diriku untuk mengenal Al-Khaliq. Selama Aku masih bersama nafsuku, Aku tidak akan mengenal Khaliq. Selama Aku masih bersama dunia, Aku tidak akan mengenal akhirat, dan selama Aku masih bersama akhirat, Aku tidak akan melihat Al-Haq SWT, pemilik akhirat. Pemilik dan yang dimiliki tidak akan pernah bertemu sebagaimana tidak pernah bertemu dunia dan akhirat. Maka demikianlah halnya antara Khaliq dan makhluk. Nafsu ini selalu membisikan kejahatan. Perangilah ia dalam setiap keadaan. Janganlah bergantung kepada nafsu.

Jinakkanlah nafsuku dengan mujahadah. Sungguh jika ia telah jinak, ia akan tunduk kepada hati, kemudian hati tunduk kepada nurani dan nurani tunduk kepada Allah SWT. Kuatnya angan-angan dan kerakusanku telah membawaku untuk menyia-yiakannya. Berusahalah untuk memendekkan angan-angan dan menyedikitkan kerakusan. Ingatlah maut, dekatkanlah diriku kepada Allah SWT, dan berubatlah kepada orang-orang shidiq dengan mendengarkan ucapan-ucapan mereka, disamping banyak berdzikir siang dan malam. Temanku adalah orang yang melarangku dan musuhku adalah orang yang menjerumuskanku.

Nabi saw bersabda yang ertinya “Barangsiapa mencintai dunianya maka merugikan akhiratnya dan barang siapa mencintai akhiratnya maka akan merugikan dunianya” Dunia dan akhirat keduanya tidak pernah bersatu begitulah nafsu dan Allah SWT keduanya tidak mungkin bersatu. Aku menunaikan hak nafsu dan manusia tetapi melupakan hak Allah SWT sedangkan semua kenikmatan yang datang kepadaku itu dari Allah SWT, sudahkah Aku mensyukuri?

Allah SWT berfirman dalam ayat 69 Al-Ankabut yang ertinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (menarik keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami“. Jangan Aku biarkan dan jangan Aku turuti nafsuku agar Aku berbahagia. Jangan aku turuti bisikan nafsu sebab ia selalu memerintahkan keburukan dan menjerumuskan aku kepada kejahatan.

Allah SWT berfirman dalam ayat 153 Al-Baqarah “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar

26 Comments

          1. Ya Allah,
            Maafkan aku ya Allah, Ampunkanlah segala dosa-dosaku, dan maafkanlah segala kesalahan ku, Bantu lah aku ya Allah dan tunjukkan aku jalan yang lulus, jalan yang telah Rasul dan para Nabi lalui. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untuk aku. Terima kasih Ya Allah kerana Engkau telah menerima dan mengampuni dosa-dosa ku.
            Curahan rasa Bang Iwan @ ..Kasih Sayang Tanpa Batas Selamat Hari IbuMy Profile

      1. nafsu juga untuk tujuan beribadah. Tetapi konotasinya bukan nafsu yang buruk. Nafsu untuk beribadah adalah keinginan untuk mendekatkan diri dengan GUSTI ALLAH.

        1. Tidak mungkin seseorang mampu mendekatkan diri kepada GUSTI ALLAH tanpa adanya nafsu. Tetapi nafsu untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH tersebut adalah cenderung nafsu yang terkendali. Artinya, kita bisa mengarahkan nafsu tersebut ke arah yang positif yakni mendekatkan diri pada Hyang Maha Suci.
          Curahan rasa Bang Iwan @ ..HIDUP SEORANG BLOGGER sebagai Pe eR TeMy Profile

            1. Ada yang mengatakan,”Di Bulan Puasa setan diikat dan dirantai sehingga tidak bisa menggoda manusia. Pertanyaannya, setan manakah yang diikat dan dirantai?

            2. Dengan melakoni puasa, manusia cenderung untuk menekan langkah setan untuk menggoda. Meskipun kadangkala ada juga orang yang masih tergoda walaupun dalam kondisi berpuasa.

            3. Ibadah puasa itu adalah urusan manusia itu sendiri dengan GUSTI ALLAH. Artinya, tidak boleh orang mencampuri urusan manusia lainnya dalam hal ibadah puasa.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!