Kita bersahabat, biar Lillahi Taala

Assalamualaikum dan salam sejahtera.

Bersahabat biar Lillahi Taala…
Till Jannah…
Ukhuwah hingga akhirnya…

Kata-kata seperti ini sering kita baca di media-media sosial, dan mungkin juga kita yang pernah menulis caption di Instagram dikepil bersama gambar swafoto bersama sahabat handai.

Kata-kata tersebut amat mudah untuk diungkap, dan cukup senang untuk ditulis, tetapi bagaimana pula bila mahu dipratikkan?

Jika mudah, saya ucapkan tahniah kepada kalian, jika tidak? Jom sama- sama kita rungkai, tips untuk bersahabat kerana Allah SWT.

Salahudin kawan Malaysia menetap di London

Niat dalam silaturrahim

Pertama, tajdid niat kita apabila kita berjumpa sahabat kita, katakan pada diri, sesungguhnya aku bersahabat dengannya keranamu Ya Allah.

Niat amat penting dalam hidup seorang mukmin, seperti hadith:

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya.

Dan siapa yang hijrahnya kerana menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau kerana wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi).

Apabila kita berniat baik di dalam persahabatan, insyaAllah, perkara seperti buruk sangka, dengki dengan sahabat akan dapat dihindari. Dengan redha Allah, persahabatan kita juga akan diberkati dan diberikan pahala kerana dikira amal ibadat.

Sentiasa doakan sahabat kita

Di dalam persahabatanlah terjalinnya ukhuwah yang perlu dipegang erat. Umat Islam akan lebih kuat ketika bersatu dan bersama dalam menggerakkan dakwah Islamiah.

Tips kedua, sentiasa mendoakan sahabat kita, daripada Abu Darda’ r.a: Rasulullah s.a.w telah bersabda: “Doa seorang muslim kepada saudaranya yang muslim tanpa diketahui olehnya adalah mustajab, (ketika berdo’a) akan ada didekatnya seorang malaikat muwakkal (pesuruh) setiap ia berdoa untuk saudaranya itu dengan sesuatu kebaikan (malaikat itu) akan berkata: Amin! Dan bagi engkau kebaikan yang sama”. (Hadis riwayat Muslim).

Apabila kita mendoakan, sudah semestinya kita akan berasa bersyukur bukan kerana kita percaya Allah akan memberikan sahabat kita kebaikan dan juga sekaligus untuk diri kita sendiri.

Jadi, aktiviti memakan daging saudara sendiri akan kita jauhi dan akhirnya sikap tersebut terus hilang dari dalam diri kita. Lebih lagi apabila sahabat kita juga mendoakan kita dalam sujudnya, manis bukan?

Hidup Untuk Memberi

Dan yang terakhir, memberi dengan seikhlas hati dan menerima dengan penuh kesyukuran.

Berilah waktu, bantuan, dan telinga tanpa menunggu sebarang balasan dan menerimalah tanpa mengambil hati dan sebarang kesempatan.

Benar, keluarga yang kita perlu bantu pertama sekali, tetapi jika kawan juga memerlukan bantuan, bantulah selagi mampu.

Percayalah, kebaikan itu pasti datang, walaupun bukan disini tetapi, mungkin di sana kelak. Apabila keluarga tidak mampu memberi pertolongan, kawanlah yang kita boleh meminta pertolongan, tetapi jangan hanya dicari kawan itu ketika susah semata.

Ucapkan terima kasih dan hargai bantuan kawan tersebut. Sama- sama kita saling membantu, mungkin hari ini kita di atas, tetapi esok tiada siapa yang tahu.

Bersahabatlah kerana Allah, kerana Dialah yang bersifat Baqa’ (Kekal). Semoga persahabatan kita kekal hingga ke syurga. Aamiin.

3 Comments

  1. Selain keluarga kita pasti membutuhkan sahabat untuk tempat kita berbagi, menjaga silaturahmi dan berbagi ilmu. Karena jika kita mempunyai sahabat kita akan merasa hidup kita lebih berwarna begitupun seperti yang dalam artikel ini katakan kita juga harus saling mendo’akan antar sahabat, agar persahabatan kita antil jannah. Terimaksih untuk artikel ini karena mengingatkan saya bagaimana kita menghargai kembali teman yang telah kita punya.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!