Apa erti NILAI dalam hidup manusia?

Tahu tak kenapa penyelok saku sanggup mencopet dompet dan pemecah rumah sanggup masuk walaupun penghuninya berada di rumah untuk mengambil handphone, laptop dan pelbagai gadget elektrik yang kecil. Tahu tak kenapa pencuri kenderaan sanggup mencuri motosikal, kereta dan kadang-kadang basikal walaupun di depan Pasar Raya yang sememangnya sentiasa ramai orang.

Sebabnya mudah sahaja kerana barang-barang yang mereka curi itu samada dompet, handphone, laptop, PSP, kereta, motor dan basikal tu ada NILAI. Kalau tak ada NILAI seperti daun kering, sampah, kertas pasti Sang Pencuri ni tak akan mengambil risiko untuk mencuri.

NILAI ini tak semua orang akan rasa dan menghargai-Nya walaupun benda-benda ini bersama kita setiap masa setiap saat. Yang kita cuma tahu NILAI 3 kat Negri Sembilan sebab banyak barang-barang murah. NILAI ini hanya kita rasa apabila kita kehilangan-Nya.

Kita tidak akan merasa NILAI kesihatan semasa kita sihat tetapi apabila Doktor diagnos kita sakit barulah kita merasa kehilangan dan menyesal kerana tak jaga kesihatan semasa sihat. Kita tak pernah NILAI kasih sayang dan pengorbanan IBUBAPA semasa hidup kerana kita sudah bersama mereka mungkin puluhan tahun bah pepatah “alah teggal jadi biasa”. Tetapi rasa kesunyian dan kehilangan serta menyesal kerana tidak BERHIMAT dengan terbaik kepada IBUBAPA akan dirasai setelah mereka masuk ke lianglahat meninggalkan kita selama-lamanya.

Kita hanya dapat merasa NILAI kekayaan apabila kita jatuh miskin setelah membelanjakan duit kita secara tidak terurus. Kita juga merasa NILAI kuasa apabila kuasa kita diambil orang atau tewas dalam pilihanraya seperti tewasnya BN KEDAH, SELANGOR dan PENANG kepada PAKATAN.

Dan lebih besar lagi NILAI iman. Syaitan telah berjanji kepada ALLAH yang mereka tidak akan tidur dan berusaha mencuri IMAN dari manusia dari mula manusia dicipta sehinggalah hari kiamat. Pencuri IMAN ini lagi hebat dari pencuri dompet, handphone, laptop dan segala harta di dunia. NILAI iman hanya kita boleh rasai di akhirat dan seandainya kita biarkan IMAN kita dicuri oleh Pencuri Iman tiada jalan kembali untuk mendapatkan IMAN yang telah hilang.

MAKA marilah kita JAGA IMAN kita lebih hebat dari kita menjaga kuasa, kekayaan, dompet, handphone, laptop, PSP dan segala harta dunia dan menyayangi IBUBAPA dan KELUARGA selagi mereka masih hidup bersama kita.
[ad#HTML]

96 Comments

  1. Tak diragukan lagi bahwa siapapun ingin hidup bahagia. Masing-masing dalam hidup ini mendambakan ketenangan kedamaian kerukunan dan kesejahteraan. Namun di manakah sebenarnya dapat kita peroleh hal itu semua?

    1. Sesungguhnya menurut ajaran Islam hanya iman yg disertai dgn amal shaleh yg dapat menghantarkan kita baik sebagai individu maupun masyarakat ke arah itu.

      1. “Barangsiapa yg mengerjakan amal shaleh baik laki-laki-laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dgn pahala yg lbh baik dari apa yg telah mereka kerjakan.” .

        1. Dengan iman umat Islam generasi pendahulu mencapai kejayaan berhasil merubah keadaan duni dari kegelapan menjadi terang benderang.

          1. Imam Ahmad bin Hanbal mendefinisikannya dgn “Qaulun wa amalun wa niyyatun wa tamassukun bis Sunnah.” Yakni Ucapan diiringi dgn ketulusan niat dan dilandasi dgn berpegang teguh kepada Sunnah .

          2. Sahl bin Abdullah At-Tustari ketika ditanya tentang apakah sebenarnya iman itu beliau menjawab demikian “Qaulun wa amalun wa niyyatun wa sunnatun.” Artinya Ucapan yg disertai dgn perbuatan diiringi dgn ketulusan niat dan dilandasi dgn Sunnah. Kata beliau selanjutnya “Sebab iman itu apabila hanya ucapan tanpa disertai perbuatan adl kufur apabila hanya ucapan dan perbuatan tanpa diiringi ketulusan niat adl nifaq sedang apabila hanya ucapan perbuatan dan ketulusan niat tanpa dilandasi dgn sunnah adl bid’ah.

          3. Dengan demikian iman itu bukan sekedar pengertian dan keyakinan dalam hati; bukan sekedar ikrar dgn lisan dan bukan sekedar amal perbuatan saja tapi hati dan jiwa kosong.

        2. Imam Hasan Basri mengatakan “Iman itu bukanlah sekedar angan-angan dan bukan pula sekedar basa-basi dgn ucapan akan tetapi sesuatu keyakinan yg terpatri dalam hati dan dibuktikan dgn amal perbuatan.

    2. Dengan iman masyarakat mereka menjadi masyarakat adil dan makmur. Para umara’ melaksanakan perintah Allah para ulama beramar ma’ruf dan nahi mungkar dan rakyat saling tolong-menolong atas kebajikan dan kebaikan. Kalimatul Haq mereka junjung tinggi tiada yg mengikat antar mereka selain tali persaudaraan iman.

        1. Masyarakat kita pun menjadi masyarakat yg penuh dgn kebohongan kesombongan kekerasan individualisme keserakahan kerusakan moral dan kemungkaran.

          1. Firman Allah SWT dalam Qur’an Surah An-Nisa’ 124 yg artinya “Barangsiapa yg mengerjakan amal-amal shaleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yg beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”

          2. Juga dalam Qur’an Surah Al-Isra’ 19 yg artinya “Dan barangsiapa yg menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dgn sungguh-sungguh sedang ia adl mu’min maka mereka itu adl orang-orang yg usahanya dibalasi dgn baik.”

    3. “Yang demikian itu adl krn sesungguhnya Allah sekali-kali tidak merubah sesuatu ni’mat yg telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum sehingga kaum itu merubah apa yg ada pada diri mereka sendiri?..” .

      1. Maka apabila kita ingin mencapai apa yg telah dicapai para salaf apabila kita ingin mewujudkan apa yg telah dijanjikan oleh Allah SWT kepada para hambaNya yg beriman maka hendaklah kita memperbaharui iman dan melaksanakan apa yg menjadi konsekwensinya.

        1. 3. Majulah selangkah demi selangkah. Pandanganlah ke depan dan jangan menoreh ke belakang. Lupakan kejadian yang menimpa tersebut.

          1. 4. Ingatlah bahwa kita dihadapan Tuhan merupakan mahluk yang sangat mulia. Tidak ada dalam kamus Tuhan, orang yang cacat tidak mempunyai hak untuk dapat mengubah dunia ini menjadi lebih indah.

          2. Ingatlah nilai-nilai tersebut dan jangan sampai karena cacat tubuh, membuat seseorang menjadi tidak berdaya lagi dalam menjalani hidup ini, tidak lagi mempunyai mimpi yang indah dan selalulah tetap optimis dalam meraih mimpi tersebut,

    1. Keduanya harus berjalan seimbang. Di sinilah perlunya setiap muslim menjadi seorang manajer atau menjadi seorang pemimpin yang mampu mengaplikasikan fungsi ibadah secara profe-sional.

  2. Nilai hidup manusia ada pada hidup itu sendiri. Tapi sayangnya, manusia tidak melihat dengan jelas, mencari kesana kemari untuk memperoleh sesuatu demi memastikan nilai hidupnya,sehingga ketika sekarat, baru mempertanyakan nilai hidup manusia.

  3. Tanpa hidup, maka sirnalah yang namanya persaudaraan, persahabatan, reputasi, kedudukan, kekayaan, harga diri, kesuksesan dan sebagainya.

  4. Beribadah kepada Allah SWT Beribadah kepada Allah SWT merupakan tugas pokok bahkan satu-satunya tugas dalam kehidupan manusia sehingga apa pun yg dilakukan oleh manusia dan sebagai apa pun dia seharusnya dijalani dalam kerangka ibadah kepada Allah SWT

  5. Paling kurang ada tiga tugas dan peran yg harus dimainkan oleh manusia dan sebagai seorang muslim kita bukan hanya harus mengetahuinya tetapi menjalankannya dalam kehidupan ini agar kehidupan umat manusia bisa berjalan dgn baik dan menyenangkan.

  6. Allah SWT berfirman yg artinya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yg sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yg serendah-rendahnya kecuali orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yg tiada putus-putusnya.”

  7. Manusia dgn makhluk Allah lainnya sangat berbeda apalagi manusia memiliki kelebihan-kelebihan yg tidak dimiliki oleh makhluk yg lain salah satunya manusia diciptakan dgn sebaik-baik bentuk penciptaan namun kemuliaan manusia bukan terletak pada penciptaannya yg baik tetapi tergantung pada; apakah dia bisa menjalankan tugas dan peran yg telah digariskan Allah atau tidak bila tidak maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka dgn segala kesengsaraannya

  8. Kapankah seseorang mempertanyakan nilai hidup manusia? Ketika sekarat. Seorang saudari yang baru pindah kerja satu bulan tiba-tiba sakit perut. Obat 2 hari tidak menyembuhkan.

    1. @Bang Iwan, Mungkin saya boleh faham sedikit maksud Bang Iwan tu. Bila kita mengalami keperitan atas kesakitan, baru kita akan terfikir nilai seseorang itu.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!