Hijrah dari baik kepada yang lebih baik

Pertengahan Ogos Liga Bola Eropah akan bermula. aku antara peminat bola walaupun orang tua kata aku Kaki Bangku…ha ha ha ..sabar je lah. Dalam tempoh rehat Liga Eropah yang paling ranjak berlaku adalah proses Hijrah Pemain dari satu kelab ke satu kelab yang lain. Antara Hijrah yang mendapat perhatian peminat bola :

1. Cristiano Ronaldo : MU ke Real Madrid
2. Kaka : AC Milan ke Real Madrid
3. Eto’o : Barcelona ke Inter Milan
4. Ibrahimovic : Inter Milan ke Barcelona
5. Tevez : MU ke M.City
6. Kolo Toure : Arsenal ke M.City
7. Adebayor : Arsenal ke M.City
8. Owen : Newcastle ke MU
9. Hleb : Barcelona ke Inter Milan
10.Karim Benzema : Lyon ke Real Madrid
11.Antonio Valencia : Wigan ke MU
12. Banyak lagi visit je kbsoccer

Hijrah pemain-pemain hebat dunia ini dari kelab yang baik kepada yang lebih baik dengan income yang lebih HEBAT yang melibatkan Nilai jutaan pound. Hijrah ini mesti daripada yang baik kepada yang lebih baik. Tapi aku teringat kes teman lama 5 tahun lepas dia berHijrah pekerjaan dan rugi gaji RM500 hanya kerana emosi sebab dia tak puashati dengan bos. Di mana-mana kita berada pasti ada masalah dan masalah menjadikan kita lebih matang dalam hidup.

Dalam politik apabila seorang ahli politik berpintah parti kita tak panggil Hijrah tetapi Lompat parti. Suatu parti sangat gembira apabila ada ahli parti politik dari parti lain lompat ke partinya tetapi jadi marah apabila ahli partinya melompat ke parti lain. Budaya Hijrah dalam dunia bola sepak sangat berbeza dengan budaya Lompat parti dalam politik.

Tak sabar nak tunggu Liga Bola sepak season baru ni. Tak mustahil dalam tempoh 2-3 minggu ini akan adalah Hijrah pemain yang sensasi…kita tunggu dan lihat.

Fadhilat amal : Firman Allah Surah Al-Nisaa ayat 100 : “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasulnya. Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

55 Comments

    1. Ini merupakan kemestian bagi setiap muslim sehingga sangat tidak dibenarkan apabila keyakinan dan kepercayaan seorang muslim masih bercampur dengan keyakinan dan kepercayaan yang tidak Islami

    2. Hijrah fikriyah, yaitu meninggalkan segala bentuk pola berpikir yang tidak sesuai dengan pola berpikir yang Islami, ini berarti setiap muslim harus selalu berpikir dalam kerangka kebenaran Islam, dia tidak boleh memikirkan sesuatu guna melakukan hal-hal yang tidak benar.
      Curahan rasa Bang Iwan @ ..Hakikat PernikahanMy Profile

      1. Hijrah syu’uriyah, yaitu meninggalkan segala bentuk perasaan yang cenderung kepada hal-hal yang tidak benar, bila orang sudah hijrah dari perasaan-perasaan yang tidak benar, maka jiwanya menjadi hidup sehingga jiwanya menjadi sensitif atau peka terhadap segala bentuk kemaksiatan yang membuatnya tidak akan membiarkan kemaksiatan atau kemunkaran itu terus berlangsung.

        1. Hijrah sulukiyah, yaitu meninggalkan segala bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Allah Swt. Ini berarti seorang muslim sangat tidak dibenarkan melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, maka kalau yang dilarang itu tetap dikerjakan oleh manusia, cepat atau lambat, manusia itu akan mengalami akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat, begitu juga dengan perintah Allah yang tidak dikerjakannya.

      1. Kearifan memaknai hijrah dengan melakukan transformasi ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, termasuk didalamnya keberanian untuk melakukan rekayasa sosial dengan berbagai varian inovasinya. Dengan begitu, setiap kita sebagai insan beradab melakukan perbaikan dalam pelbagai lini kehidupan sebagai cerminan semangat hijrah dan menyambut tahun baru Islam dengan membuka lembaran baru yang lebih baik di hari-hari mendatang.
        Curahan rasa Bang Iwan @ ..Hari Aids Sedunia 2010My Profile

    1. Menurut istilah fiqih, kata hijrah berarti menghindarkan atau menjauhkan diri atau pindah dari suatu tempat ke tempat lain (dalam arti kata sesungguhnya atau kiasan) untuk menghindarkan diri dari suatu bahaya, yang dilakukan karena Allah SWT dan Rasul-Nya.
      Curahan rasa Bang Iwan @ ..Kemegahan Menara Jam MekkahMy Profile

        1. Hijrah sudah tidak ada lagi (terhenti) setelah Fathu Mekah (penaklukan kota Mekah). Hal ini antara lain dikatakan dalam Syarah Muslim
          Nabi SAW bersabda : “Tidak ada hijrah lagi sesudah fathu Mekah selain jihad, niat dan apabila diserukan berangkat (pergi berperang) maka berangkatlah.” (HR. Bukhari, Muslim)
          Curahan rasa Bang Iwan @ ..Kemegahan Menara Jam MekkahMy Profile

          1. Yang perlu kita ambil adalah bahwa keduanya memiliki persamaan dalam ketentuan hijrah yaitu bila dikerjakan dengan dasar atau niat karena Allah SWT dan Rasul-Nya.

          2. Zaman sekarang “hijrah” itu lebih bersifat ruhaniah yaitu perpindahan dari perilaku buruk kepada perilaku baik, dari selalu lupa Allah menjadi selalu mengingat Allah, dsbnya.

          3. Kalau kita kaji surah An Nisaa ayat 100 di atas (“Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, ….”) maka kata “rumah” di dalam ayat tersebut dapat diartikan dengan ego (rasa keakuan, diri pribadi) kita.
            Curahan rasa Bang Iwan @ ..Kemegahan Menara Jam MekkahMy Profile

    1. Bila selama ini kita sangat mudah marah dengan hanya sebab yang sepele (hingga kemudian melakukan perusakan, pembakaran dan bahkan menghilangkan nyawa manusia), maka mengikuti ajaran Nabi SAW, kita berpaling menjadi orang penyabar, lemah lembut dan pemaaf.
      Curahan rasa Bang Iwan @ ..Kemegahan Menara Jam MekkahMy Profile

          1. Bila kita beramal baik dan selalu berpegang teguh pada Al Qur’an dan hadits maka kita akan selamat meniti jalan menuju tempat akhir yang bahagia itu. Bila tidak maka kita akan tergelincir ke tempat yang seburuk-buruknya tempat tinggal.
            Curahan rasa Bang Iwan @ ..Kemegahan Menara Jam MekkahMy Profile

          2. “Enak atau tidaknya hidup di akhirat merupakan akibat dari perilaku selama hidup di dunia.”

            Saya juga percaya kalau macam ni.. setiap perlakuan kita didunia akan dinilai untuk keakhirat

          3. “Hidup di dunia ini hanya sementara dan kita ibarat musafir yang hanya berhenti sejenak untuk kemudian berjalan lagi menuju tempat tujuan akhir yaitu hidup di akhirat.”

            Saya juga mendukung benda yang sama.. kita hanya berada dipersimpangan.. bila bas datang, jalan la ke destinasi.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!