Cinta KeAMANan Benci PePERANGan

Semua Manusia mimpikan Dunia yang aman. Tapi ada juga segelintir Manusia lebih suka melihat Dunia yang berperang kerana mungkin ada Nilai Bisnis dalam Dunia yang sentiasa berperang. Aku tertarik dengan petikan dari blog Chedet :

Now the big powers have developed nuclear bombs and missiles many times more powerful than the Hiroshima bomb. Even if they explode deep in the ground the dust blown up would still be carried far and wide. The inclusion of small amounts of nuclear material in conventional bombs would also spread the effect to distant places

Alasan Manusia mencipta senjata yang semakin canggih adalah untuk melindungi Negara mereka daripada serangan Negara lain. Atau mungkinkah mereka mencipta senjata untuk dijual dengan nilai ratusan juta. Aku pernah terbaca bahawa terdapat satu kumpulan Manusia yang dipanggil FreeMasons yang sentiasa merancang Perperangan dari satu negara ke satu negara yang lain untuk tujuan Bisnis dan ada juga fakta yang membuktikan bahawa perang di Afghanistan, Iraq, Pakistan dan Iran adalah untuk menentang Ya’jud Ma’jud.

Walauapapun tujuannya, peperangan menyebabkan kematian dan kesengsaraan. Isteri kehilangan suami dan anak kehilangan ayah. Tidak kurang ramai juga yang cacat seumur hidup akibat terkena letupan senjata. Peperangan mengakibatkan peradaban sebuah negara yang dibina beratus tahun dengan titik peluh dan wang ratusan billion ringgit musnah sekelip mata. Semuga semua Penjenayah Perang dapat dihukum dengan hukuman yang setimpal.

Kita berdoa semuga semua peperangan dapat ditamatkan dan yang lebih penting jangan sesekali merebak sehingga ke Malaysia. Pasti semua Rakyat berharap supaya suasana Politik yang panas di Malaysia ini tidak sampai menimbulkan prasangka keterlaluan yang boleh dipergunakan oleh pihak ke tiga untuk menghuru-harakan keAMANan yang kita kecapi sejak MERDEKA. WE LOVE PEACE.

Nota : Entri ini khas untuk menyokong gerakan BlogBlast For Peace.

November 5, 2009
The Peace Globe Gallery

39 Comments

  1. Secara psikologis, perang sudah tentu bertentangan dengan nilai- nilai kemanusiaan. Sedangkan dalam bingkai sosiologis, kebanyakan teori “masyarakat bebas perang”, dengan mengacu pada kondisi ekonomi-kapitalisme-global, tampaknya ’tak berdaya’ lagi menganalisis kasus ini.

  2. ADA baiknya kita tidak membahas perang sebagai perbincangan kalah menang. Yang kita persoalkan sekarang adalah bahwa perang itu sendiri merupakan problem kemanusiaan, baik secara psikologis maupun sosiologis.

  3. Pertanyaan kita, sejauh mana kebenaran analisis yang menyatakan, dunia di milenium ketiga ini ditandai dengan masyarakat yang bebas perang? Ditandai dengan perkembangan kapitalisme yang sanggup menciptakan masyarakat damai? Tampaknya kita belum melihatnya.
    Curahan rasa Bang Iwan @ ..Puasa Melahirkan Kesadaran BaruMy Profile

  4. Bahkan Perang Dingin (cold war) pasca-PD II yang sempat dinisbatkan sebagai akhir dari peperangan dunia, yang ternyata di kemudian hari tidak terbukti. Mengapa? Sebab terjadi Perang Teluk yang melibatkan hampir seluruh negara maju untuk ’menghabisi’ Irak pada periode tahun 1990-an. Setelah itu dunia meyakini bahwa perang hampir usai. Benar-benar usaikah ancaman perang di muka Bumi ini?

    Jawabannya ternyata tidak. Selain peperangan-peperangan kecil di berbagai belahan bumi ini, perang besar tidak pernah usai. Ironisnya itu banyak dipicu oleh negara yang mengatakan dirinya sebagai demokratis dan antiperang.
    Curahan rasa Bang Iwan @ ..Puasa Melahirkan Kesadaran BaruMy Profile

  5. Tiada sesiapa pun yang suka akan peperangan. Semua suka kalau hidup dalam keadaan aman. Cukup bersyukur dalam hidup aman di Malaysia, walaupun berbilang kaun, agama dan pendapat, rakyat masih boleh bertoleransi.

  6. Aku benci peperangan!
    Aku sudah tidak tahan melihat darah bertumpahan
    Tubuh jatuh bergelimpangan angkara peluru kejam
    Aku sudah puas melihat kemusnahan
    Aku benci kekejaman ini!

  7. Dunia ini dipenuhi kebencian. Lihatlah berapa banyak manusia yang terbunuh setiap hari; aksi teroris dan perang yang tak habis-habisan. Manusia saling membenci, saling membinasa.

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!