Aku masih lagi berada di negara orang. Hampir 6 hari aku bermusafir di pendalaman negara orang. Berbagai pengalaman suka duka yang telah aku lalui dan aku saksikan. Selama 6 hari aku terus bergerak daripada satu lokasi ke satu lokasi dengan pesawat, kereta, motorsikal, van, boat dan feri. Sungguh memenatkan tetapi sungguh memuas hati.
Melalui pengalaman selama 6 hari dan pengalaman lain bermusafir di negara orang seperti di Kemboja juga bermusafir di negara sendiri seperti di Sabah dan Sarawak ada sesuatu yang meresahkan hati.
Daripada hadis Rasulullah s.a.w yang berbunyi…” حب لأخيكَ ما تحِبُّ لنفسكَ ” yang bermaksud: “sayangilah saudara kamu seperti mana kamu sayangi diri kamu sendiri”
Anas berkata: Rasulullah s.a.w bersabda,’ Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori)
Betapa kita sekarang sibuk dengan Kerjaya, Keluarga, Harta dan Politik sehingga tiada masa untuk kita melihat saudara kita yang lain samada di dalam negara atau di luar negara. Setiap saat setiap detik kita termasuk aku asyik memikirkan diri sendiri : fikir kerjaya berapa tinggi jawatan yang kita boleh capai, fikir keluarga bagaimana untuk membahagiakan isteri dan anak-anak, fikir harta berapa banyak kita boleh kumpulkan dan fikir politik bagaimana untuk terus berkuasa dan menguasai. Tiada masa lansung yang kita sediakan untuk memikirkan saudara-saudara lain yang sedang menunggu bantuan kita bukan sekadar bantuan harta benda malah ilmu dan motivasi. Kita terPENJARA dalam dunia kita sendiri.
Firman Allah SWT yang ertinya, “Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih utama daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah:24)
“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)
Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada di alam ini adalah ibadah. Kalau kita tidak mampu untuk berjalan di muka bumi, tidak mempu untuk memberi bantuan harta benda, tidak mampu untuk berkongsi ILMU maka DOAkan saudara-suadara kita setiap kali selepas solat semuga mereka diberi kesabaran, hidayah dan keredhaan.
@ Bersykurnya aku dilahirkan di Malaysia negara penuh dengan rezeki dan dilahirkan dalam Islam..terima kasih Allah SWT.
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!Related posts:
- Zikir Pagi melidungi aku dan harta benda daripada bencana? Share Mobile broadband di rumah mertua sememangnya tidak begitu kuat....
- Bagan Pinang : Berakhirnya KUASA politik ISLAM Share Rakyat Malaysia terus dihidangkan dengan Pilihan Raya Kecil (PRK)...
- Sudah Hilangkah rasa sayang kita pada ALLAH? Share Semalam selepas solat Jumaat, imam buat pengumuman untuk mengerjakan...
- Tabung Sumbangan Untuk Saudara MEGAT Share Petang tadi aku membaca sebuah entri yang sungguh tragis...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.














20. August 2010 at 9:46 pm
semoga keluarga kita berjaya
20. August 2010 at 9:49 pm
Itu sudah pasti.. semua orang nakkan keluarga mereka tu berjaya.
Steward John´s last blog ..How to- Change your favicon for blogger and wordpress
20. August 2010 at 9:40 pm
perlu berdoa sangat agar kita diberi kejayaan dunia dan akhirat
munir ardi´s last blog ..Anak SMP
20. August 2010 at 9:48 pm
Saya nak lebih kekayaan akhirat tu lagi bagus kan.. hehe
Steward John´s last blog ..How to- Change your favicon for blogger and wordpress
23. August 2010 at 5:07 am
betul sekali bro kekayaan akhirat jauh lebih berguna
munir ardi´s last blog ..Hidup Seorang Blogger
5. June 2010 at 3:47 pm
Maka jika seseorang yang merasa tertunda bahkan sulit menggapai cita-cita dan harapannya. Cobalah untuk menghilangkan hijab atau penghalang itu dengan memohon ampunan dan keridhoan orangtua.
5. June 2010 at 3:47 pm
uraian diatas hanyalah gambaran betapa pentingnya faktor orangtua sebagai kunci keberhasilan dan kesuksesan seseorang. Semoga kita termasuk anak yang berbakti pada orangtua, semoga kita bisa memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya, semoga kita semua menjadi hamba-hamba pilihan-Nya dan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, Amin.
Bang Iwan´s last blog ..Dennis Gabor’s 110th Birthday | Google Doodle
5. June 2010 at 3:45 pm
Mana mungkin ketika orangtua merasa sedih dan terluka akibat ulah diri kita, Tuhan akan menyayangi diri kita dan mengabulkan doa kita, kalaupun terkabul semuanya semata-mata karena kehendak-Nya dan kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya.
Bang Iwan´s last blog ..Dennis Gabor’s 110th Birthday | Google Doodle
5. June 2010 at 3:45 pm
Namun dosa-dosa mereka terhadap orangtua, kedurhakaan mereka terhadap orangtua, menjadikannya sebagai hijab atau penghalang diturunkannya nikmat dan karunia tersebut.
Bang Iwan´s last blog ..Dennis Gabor’s 110th Birthday | Google Doodle
5. June 2010 at 3:44 pm
Ketika seseorang berdoa untuk kesuksesan dan keberhasilannya, Tuhan mendengarnya, dan Tuhan pun berkehendak untuk memberikan karunia-Nya pada mereka
Bang Iwan´s last blog ..Dennis Gabor’s 110th Birthday | Google Doodle
5. June 2010 at 3:43 pm
kita meyakini bahwa segala do’a kita pada hakikatnya akan Tuhan kabulkan. Terkabulnya do’a pun memerlukan syarat-syarat yang perlu diperhatikan.
Bang Iwan´s last blog ..Dennis Gabor’s 110th Birthday | Google Doodle
5. June 2010 at 3:43 pm
Salah satu syarat utama adalah tidak melakukan dosa terhadap orangtua. Ketika sebagian orang berdoa dan memohon kepada Sang Khalik, dengan segala kerendahan hatinya, dengan segala kekhusu’annya, dengan tangisan dan linangan air matanya, namun apa yang mereka inginkan masih belum juga terkabul. Kita mengetahui bahwasannya Allah tidak akan pernah ingkar janji. Mereka berdoa dan seharusnyalah terkabul. Lalu apakah yang menghalangi semuanya?
5. June 2010 at 3:42 pm
Bagi mereka yang kurang peka terhadap pentingnya peranan orangtua dalam menuju kesuksesan kita, mereka akan selalu mengalami kesulitan dan kesusahan selama belum memperhatikan orangtuanya.