Pembantu Rumah Indonesia

Assalamualaikum dan salam 1Dunia, ada yang panggil pembantu rumah ada yang panggil amah dan ada yang panggil bibik. Apa pun panggilannya maksudnya adalah sama dan isu pembantu rumah Indonesia menjadi sensasi apabila konsep satu amah, satu kerja dengan gaji minima RM700 yang diumumkan oleh pegawai buruh Indonesia dilihat sebagai suatu yang tidak muhasabah.

Isu Pembantu Rumah Indonesia sudah berlarutan beberapa bulan apabila Kerajaan Indonesia membekukan kemasukan amah ke Malaysia setelah berlaku beberapa penderaan seperti Wifainda dan Mantik Hani. Penderaan pembantu rumah Indonesia sebenarnya adalah kes terpencil yang juga berlaku di Arab Saudi, Kuwait dan ada juga berlaku di Indonesia. Nak dapat pembantu rumah Indonesia yang bagus bukan senang, banyak keluarga telah bertukar lebih lima amah barulah dapat seorang yang bagus.

Sudah tiba masanya keluarga Malaysia tidak mengharapkan pembantu rumah Indonesia atau Kemboja atau Filipina menguruskan rumahtangga mereka. Tidak kurang ramai ibubapa sekarang yang melepaskan tanggungjawab mendidik anak kepada pembantu rumah sehingga melahirkan generasi Malaysia yang sakit dengan berbagai masalah sosial. Ibubapa lebih seronok bergurau senda dengan kawan-kawan di pejabat daripada melayan kerenah anak yang berbagai. Alasan isteri bekerja untuk membantu suami hanya boleh diguna pakai untuk sebahagian kecil keluarga selebihnya hanya untuk keseronokan melepaskan tanggungjawab sebagai seorang isteri dan ibu.

Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Apabila telah meninggal manusia putuslah amalnya, kecuali dari tiga perkara:sedekah jariah (umpamanya membuat masjid) atau ilmu yang memberi manfaat atau anak yang soleh yang mendoakannya.”  (Hadis riwayat Muslim)

Agaknyalah kalau kita membiarkan pembantu rumah Indonesia yang mendidik anak kita bolehkah anak tersebut menjadi anak yang soleh yang boleh mendoakan ibubapanya. Jangan kita menjadi antara ibubapa yang hanya pandai menternak anak tetapi tidak pandai mendidik anak hanya kerana terlalu mengejar urusan dunia. Kalau kita faham konsep mendidik dan menguruskan rumahtangga untuk mendapat keberkatan pasti isu pembantu rumah Indonesia tidak akan masuk dalam kamus kehidupan keluarga kita.

159 Comments

  1. Persoalan TKW memang semenjak dahulu selalu penuh dengan masalah yang tidak terselesaikan; mulai dengan gaji rendah, gaji tidak dibayar, penganiayaan, perbudakan, dan bermacam persoalan lainnya. Banyak pihak telah berupaya untuk menyarankan agar pengiriman TKI kita dibekali dengan ketrampilan khusus sehingga akan dapat sedikit bargaining dengan pemakai jasa mereka.
    Curahan rasa Bang Iwan @ ..Sanubari Jakarta | Omnibus Dengan Tema LGBTMy Profile

    1. Bahkan tidak sedikit yang mengharuskan bahwa TKI yang akan dikirimkan ke luar negeri harus dibekali berbagai ketrampilan, seperti tentang bahasa negara tujuan, tugas pokok, dan juga hak hak yang akan diterimanya, serta tempat dan nomor pengaduan, bilamana ada persoalan yang tidak sesuai dengan perjanjian.
      Curahan rasa Bang Iwan @ ..Sanubari Jakarta | Omnibus Dengan Tema LGBTMy Profile

      1. Kesepakatan tersebut tentu merupakan kemajuan dan akan menguntungkan TKW Indonesia, dan terpenting akan mengurangi berbagai problem sebagaimana yang selama ini terus terjadi. Apalagi dalam kesepakatan tersebut juga dibarengi dengan upah atau gaji mereka minmal 700 ringit perbulan.
        Curahan rasa Bang Iwan @ ..Sanubari Jakarta | Omnibus Dengan Tema LGBTMy Profile

        1. Namun berita menggembirakan tersebut kiranya masih perlu mendapatkan perhatian semua pihak, karena dalam waktu yang sangat cepat reaksipun muncul dari orang orang penting di negeri Jiran , misalnya Datuk Seri Dr Chua Soi Lek mengatakan, keputusan mengenai “satu PRT, satu tugas” yang diambil satgas gabungan Malaysia-Indonesia tersebut tidak masuk akal. Karena itu lanjut dia jika para PRT dari Indonesia akan sedemikian spesifik mengenai apa yang mereka bisa dan tak bisa lakukan, saya pikir ini waktunya bagi warga Malaysia untuk membiasakan diri bertahan tanpa PRT dari Indonesia. Dan warga Malaysia kini harus mempertimbangkan untuk memilih PRT dari Filipina, Sri Lanka atau Kamboja.
          Curahan rasa Bang Iwan @ ..Sanubari Jakarta | Omnibus Dengan Tema LGBTMy Profile

          1. Melhat kondisi seperti itu tentu menjadi dilema; satu sisi dengan satu PRT satu tugas, akan memberikan perbaikan bagi PRT asal Indonesia yang bekerja di malaysia, tetapi pada sisi lain ada kemungkinan tidak ada lagi warga Malaysia yang mau menggunakan tenaga kerja dari Indonesia.
            Curahan rasa Bang Iwan @ ..Sanubari Jakarta | Omnibus Dengan Tema LGBTMy Profile

Comments are closed.

OTHER POSTS

Subscribe to Denaihati

Dapatkan artikel terkini terus dalam email anda!